Hidayatullah.com — Majelis Rakyat Suriah kemarin setuju untuk mengundang parlemen Arab dan asing yang bersahabat untuk mengamati pemilihan presiden yang dijadwalkan pada Mei, Middle East Monitor melaporkan.
Kantor berita SANA mengatakan parlemen Rusia, Aljazair, Oman, Mauritania, Iran, Armenia, China, Venezuela, Kuba, Belarusia, Afrika Selatan, Ekuador, Nikaragua, dan Bolivia akan diundang untuk mengamati pemilihan tersebut.
Presiden Bashar Al-Assad baru-baru ini bertemu dengan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, dan menjelaskan kepadanya tentang persiapan pemilu.
Baik Iran dan Rusia telah mengkonfirmasi dukungan mereka untuk mengadakan pemilihan presiden di Suriah, sesuai dengan konstitusi negara tersebut.
Empat belas kandidat Suriah telah mengumumkan pencalonan mereka untuk pemilihan presiden yang dijadwalkan bulan depan, selain Presiden Bashar Al-Assad saat ini, RT melaporkan pada hari Jumat.
Hingga minggu lalu, Majelis Rakyat Suriah telah menerima 12 permohonan kursi kepresidenan, serta permohonan yang diajukan oleh Al-Assad.
Hari ini, Majelis Rakyat Suriah mengumumkan bahwa dua aplikasi lagi yang disetujui oleh Mahkamah Konstitusi telah diterima.
Menurut Konstitusi Suriah, seorang calon presiden harus memperoleh 35 suara di parlemen. Seorang anggota parlemen hanya diperbolehkan memberikan suara untuk satu nominasi.*