Hidayatullah.com-Tabligh akbar bertema, “Selamatkan Masjid al Aqsha” di Istora Bung Karno Jakarta itu digelar seusai shalat Jum’at (04/03). Acara yang diselenggarakan oleh COMES (Center for Middle Eats Studies) dan KISPA ((Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) menampilkan beberapa pembicara. Diantaranya, COMES Amrozi M. Rais, Lc dan Sekjen KISPA Ferry Nur. Dalam acara itu, berbagai pihak juga menuntuk membebaskan al-Aqsha dan bumi Palestina dari penjajahan Zionis Israel.
Dalam orasinya, Amrozi menegaskan bahwa saat ini perjuangan rakyat Palestina membebaskan al-Aqsha dan tanah air Palestina menghadapi beberapa persoalan penting. Diantaranya, masalah internasional dan standar ganda dunia internasional khususnya Amerika. Negara aggressor, kata Amrozi, menggembar-gemborkan perang melawan terorisme. Namun begitu terjadi terorisme negara yang dipraktekan penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Palestina seakan mereka bungkam.
Persoalan kedua, kata Amrozi, adalah masalah penguasa-penguasa Arab. Menurutnya, para penguasa negara-negara Arab yang semestinya memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina justru menunjukan perilaku yang sebaliknya. Mereka justru menjadi pengganjal utama perjuangan rakyat Palestina.
Persoalan yang ketiga menurut Amrozi adalah masalah kepedulian umat Islam terhadap perjuangan rakyat Palestina. Direktur COMES ini menilai, selama ini umat Islam masih terlalu minim dan sangat rendah apresiasinya terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sementara itu Sekjen KISPA, Ferry Nur dalam orasinya, mengajak umat ini untuk memiliki tanggung jawab terhadap nasib perjuangan rakyat Palestina terutama masalah masjid al-Aqsha.
Menurut Feery, al-Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam dan tempat mi’raj Nabi Muhammad SAW., sementara Palestina adalah tanah wakaf umat Islam yang harus dilindungi dan dibebaskan dari kangkangan penjajah.
Selama ini, kata Ferry, pihak Zionis Israel sering melakukan konspirasi guna merobohkan bangunan suci umat Islam tersebut. Ferry menyebut ada tiga scenario yang selama ini dilancarkan kaum Zionis Israel untuk menghancurkan masjid al-Aqsha. Pertama adalah dengan melakukan aksi pembakaran terhadap masjid al-Aqsha.
Sebelum berakhir, peserta tablgih juga sepakat bahwa umat Islam harus menunjukan kepedulian dan solidaritasnya terhadap pejuangan rakyat Palestina dan melindungi keberadaan masjid al-Aqsha dari ancaman penjajah Zionis Israel. (comes/cha)