Hidayatullah.com– Lebih dari 60 orang dilaporkan tewas dan sekitar 100 orang lainnya luka-luka setelah sebuah kereta api menabrak sekumpulan orang di Amritsar, kawasan utara negara bagian Punjab, India, Jumat (19/10/2018) malam.
Kepolisian menyebut, saat peristiwa itu terjadi para korban tengah berdiri di sepanjang rel untuk menonton perayaan Dusshera , festival Hindu yang memperingati kemenangan dewa kebaikan atas roh jahat.
Para korban tak mendengar suara kereta saat mereka melihat patung Dewa Ravana yang berisi petasan dibakar.
Menurut polisi, terdapat sejumlah anak-anak di antara korban tewas.
Baca: Berbau Islam, India Ganti Nama Kota Bersejarah Allahabad
Sebelum kejadiaan nahas itu terjadi, para penonton festival itu tengah melihat prosesi pembakaran patung serta pertunjukan kembang api.
Sebagian penonton kemudian bergerak mendekat ke arah rel. Sejumlah laporan menyebut panitia meminta penonton menjauh dari petasan.
Ada pula kesaksian yang menyebut kerumunan itu mendekati rel karena khawatir patung dewa yang dibakar akan jatuh menimpa mereka.
Sejumlah saksi berkata, sebagian besar korban sedang merekam festival itu melalui ponsel sehingga tak sadar kereta api berkecepatan tinggi berjalan ke arah mereka.
Korban luka akibat insiden ini diperkirakan lebih dari 100 orang.
Kepolisian mengatakan, suara riuh petasan dan penonton membuat para korban tak mendengar kedatangan kereta api.
Baca: Nonton Festival Navaratri, Pria Hindu Dalit Dipukuli Hingga Tewas
Kereta yang menabrak kerumunan itu memiliki rute dari Jalandhar menuju Amritsar.
“Saya mengevakuasi jenazah dari rel…tangan saya penuh darah,” kata saksi mata bernama Amar Nath kepada BBC.
Amit Kumar, warga lokal, menyebut Dusshera adalah perayaan yang rutin digelar. “Setiap tahun banyak orang duduk di rel saat festival digelar,” ujarnya.
Menteri Negara Bagian Punjab, Amarinder Singh, mendeskripsikan insiden itu sebagai sesuatu yang tragis. Dalam akun Twitter miliknya, ia menyebut otoritas setempat tengah memobilisasi personel ke tempat kejadian.
Amarinder berkata, para korban akan mendapatkan penanganan medis gratis.
“Kami akan melakukan segalanya untuk menolong korban luka.”
“Saya sudah memerintahkan pejabat distrik melakukan apapun untuk memastikan penanganan medis terbaik bagi para korban,” ujarnya.
Setelah insiden itu, pemerintah setempat menyatakan hari berkabung. Seperti dilansir Reuters, sekolah dan perkantoran di kawasan itu menghentikan aktivitas mereka, Sabtu ini.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyebut peristiwa itu menyayat hati. Sejumlah pihak memperkirakan jumlah korban tewas masih dapat bertambah.
Festival Dusshera adalah perayaan kemenangan Dewa Rama atas raja iblis berkepala sepuluh, Ravana.
Di sebagian besar wilayah India, Dusshera dirayakan dengan Ramlila, sebuah foklor yang berkisah tentang perang selama 10 hari. Puncak perayaan itu adalah pembakaran patung Ravana dengan petasan di tanah lapang.
Prosesi pembakaran dilakukan setelah matahari tenggelam karena Ravana disebut tewas ketika matahari tak lagi bersinar atau ketika malam.*