Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Radovan Karadzic Ketakutan Akan Jalani Kurungan Seumur Hidup di Penjara Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Mei 2021 12:58 12:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Mei 2021 12:58
Bagikan
Radovan Karadzic
Bagikan

Hidayatullah.com—Radovan Karadzic, bekas pemimpin Serbia di Bosnia terpidana genosida Srebrenica 1995, akan dipindahkan ke penjara di Inggris untuk menjalani masa hukuman seumur hidup.

Karadzic, 75, divonis bersalah pada 2016 atas 10 dari 11 dakwaan yang dihadapinya di International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY) berkaitan dengan perannya dalam pembunuhan ribuan warga sipil Bosnia dalam perang di era 1990-an. Pada tahun 2019, hakim-hakim di Den Haag menambah hukuman Karadzic dari 40 tahun menjadi penjara seumur hidup setelah upaya bandingnya gagal.

Dilansir The Guardian, Kementerian Luar Negeri hari Rabu (12/5/2021) menyetujui keputusan Karadzic dipindah ke penjara di Inggris untuk menjalani sisa hukumannya.

Karadzic menolak pemindahan tersebut dengan alasan keselamatan diri. Dia merujuk bekas jenderal Serbia Radislav Krstic, yang digorok lehernya oleh napi Muslim di penjara Wakefield di West Yorkshire, dan bekas presiden Liberia Charles Taylor terpidana kejahatan perang di Sierra Leone yang menentang pemenjaraannya di Inggris karena keluarganya tidak diberi visa untuk mengunjunginya.

Namun Carmel Agius, presiden International Residual Mechanism for Criminal Tribunals (IRMCT), memerintahkan pemindahan Karadzic ke Inggris setelah mendengar dari para pihak terkait.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Presiden (IRMCT) menetapkan Inggris sebagai tempat di mana dia (Karadzic) akan menjalani masa hukumannya meskipun ada keberatan darinpihak kami,” kata pengacara Karadzic, Peter Robinson.

“… Dengan tingginya persentase Muslim di kalangan penghuni penjara, kami merasa Karadzic akan berada dalam bahaya, dan agar menjaganya tetap aman diperlukan tindakan yang setara dengan kurungan isolasi,” kata Robinson.

Menteri Luar Negeri Dominic Raab berkata, “Radovan Karadzic merupakan satu dari segelintir orang yang divonis bersalah dalam kasus genosida. Dia bertanggung jawab atas pembantaian pria, wanita  dan anak-anak dalam pembantaian Srebrenica dan membantu pengepungan terhadap kota Sarajevo dengan serangan tanpa merasa bersalah terhadap warga sipil.”

Karadzic memimpin pemisahan wilayah Serbia ketika Bosnia memproklamasikan independensinya dari reruntuhan bekas negara Yugoslavia pada tahun 1992, menyusul tumbangnya Uni Soviet.

Konflik yang muncul kemudian akibat pemisahan wilayah itu merenggut banyak nyawa, di mana orang-orang dan tentara Serbia yang menginginkan negara sendiri – sebab mereka etnis mayoritas – memburu orang-orang Bosnia dan etnis Kroasia.

Sekitar 100.000 orang dibantai Serbia dan 2,2 juta orang terpaksa menjadi pengungsi. Pembunuhan massal oleh Serbia mencapai puncaknya dengan pembantaian Srebrenica.

“Kami bangga dengan kenyataan bahwa Inggris mendukung penangkapannya sampai sel penjara yang sekarang dihadapinya. Inggris telah membantu upaya 30 tahun memburu keadilan bagi kejahatan keji tersebut.”

Menurut The Guardian, Inggris mengajukan diri secara sukarela untuk menampung Karadzic sebagai bagian dari upaya penegakan keadilan internasional. Kementerian Kehakiman mengatakan tidak akan memberikan informasi rinci tentang pemenjaraan Karadzic, termasuk tempatnya dikurung, dengan alasan keamanan.

Ini bukan pertama kalinya terpidana kejahatan perang internasional dipindahkan ke penjara di Inggris. Selain Krstic, Momčilo Krajišnik – salah satu pejabat tinggi Serbia di Bosnia semasa perang era 1990-an – juga menjalani masa hukumannya di Inggris. Dia keluar dari penjara pada tahun 2013 dan meninggal dunia pada 2020.

Ahmad al-Faqi al-Mahdi, seorang anggota Ansar Dine, salah satu militan Muslim Tuareg di Afrika Utara, menjalani masa hukumannya di penjara Skotlandia setelah divonis bersalah di pengadilan internasional pada 2016 dalam dakwaan melakukan serangan atas banguna bersejarah di kota Timbuktu, Mali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bosniainggrisRadovan KaradzicserbiaSrebrenica
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Islam Anggota OKI Adakan Pertemuan Darurat setelah Meningkatnya Bombardir ‘Israel’ atas Gaza
Tulisan selanjutnya kejahatan Israel serangan daerah pemukiman ‘Israel’ Membunuh 42 Warga Palestina dalam Serangan Malam di Daerah Pemukiman Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Berita
13 Juni 2026 11:14
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Terbaru

  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?