Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Raja Maroko Mengucapkan Selamat kepada Perdana Menteri Baru ‘Israel’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juni 2021 22:52 10:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juni 2021 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin baru “Israel” telah menerima “salam hangat” dalam sebuah surat dari raja Maroko. Hal itu bersamaan dengan kunjungan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh ke negara itu untuk berdiskusi tentang perjuangan Palestina, lansir Al Jazeera.

Pesan yang dikirim oleh Raja Muhammad VI memberi selamat kepada Naftali Bennett karena telah menjadi pemimpin baru pertama Zionis “Israel” dalam 12 tahun setelah pemerintah koalisi yang dia bentuk bersama menggulingkan pemimpin lama Benjamin Netanyahu minggu ini.

Maroko akan “melanjutkan upayanya untuk mempromosikan perdamaian, keadilan dan koeksistensi di Timur Tengah, yang akan menjamin keamanan, stabilitas dan persaudaraan bagi semua orang yang hidup berdampingan”, kata korespondensi raja.

“Salam hangat dan harapan terbaik untuk kesuksesan besar,” kata surat itu, yang dikutip oleh Kantor Perdana Menteri “Israel” pada hari Rabu (16/06/2021).

Maroko memiliki komunitas Yahudi terbesar di Afrika Utara sekitar 3.000 orang, dan Israel adalah rumah bagi 700.000 orang Yahudi asal Maroko.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ini menjadi negara Arab keempat tahun lalu, bersama dengan Uni Emirat Arab, Sudan, dan Bahrain, untuk menormalkan hubungan dengan penjajah “Israel” di bawah kesepakatan yang ditengahi AS.

Palestina telah mengutuk perjanjian tersebut, menyebut mereka pengkhianatan terhadap posisi lama bahwa Zionis “Israel” pertama-tama memenuhi tuntutan kenegaraan mereka sebelum mencapai normalisasi.

Mendukung ‘Tujuan Palestina’

Sementara itu, Haniyeh bertemu pada Rabu dengan Perdana Menteri Maroko Saad-Eddine El Othmani dan pejabat dari Partai Keadilan dan Pembangunan (PJD) yang berkuasa.

Haniyeh berterima kasih kepada El Othmani atas undangan ke Maroko. “Saya berharap kunjungan ini akan membuahkan hasil yang diinginkan dan diharapkan dari negara persaudaraan Maroko,” kata Haniyeh.

El Othmani mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Delegasi akan mengadakan diskusi dengan pimpinan Partai Keadilan dan Pembangunan mengenai perkembangan terbaru dalam perjuangan Palestina dan bagaimana mendukungnya.”

Haniyeh melakukan perjalanan resmi pertamanya ke Rabat setelah 11 hari serangan “Israel” di Jalur Gaza, yang dimulai pada 10 Mei.

Serangan “Israel” di Gaza menewaskan sedikitnya 256 orang, termasuk puluhan wanita dan anak-anak, dan meninggalkan jejak kehancuran. Pusat kesehatan, kantor media, dan sekolah termasuk di antara struktur yang menjadi sasaran.

Raja Muhammad VI mengatakan negosiasi antara Zionis “Israel” dan Palestina adalah satu-satunya cara untuk mencapai solusi akhir, langgeng dan komprehensif untuk konflik tersebut.

Sebelum pendirian negara palsu “Israel” pada tahun 1948, Maroko adalah rumah bagi populasi Yahudi yang besar, banyak dari nenek moyangnya bermigrasi ke Afrika Utara dari Spanyol dan Portugal selama Inkuisisi Spanyol.

“Israel” dan Maroko menjalin hubungan diplomatik tingkat rendah selama tahun 1990-an setelah perjanjian perdamaian sementara Zionis “Israel” dengan Palestina, tetapi hubungan itu ditangguhkan setelah pecahnya Intifada Palestina kedua pada tahun 2000.

Namun, sejak itu, ikatan informal terus berlanjut, dan diperkirakan 50.000 orang “Israel” melakukan perjalanan ke Maroko setiap tahun dalam perjalanan untuk belajar tentang komunitas Yahudi dan menelusuri kembali sejarah keluarga mereka.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelNaftali BennettRaja Maroko
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya remaja palestina syahid ditembak israel Remaja Palestina Syahid setelah Pasukan ‘Israel’ Menembaknya di Kepala
Tulisan selanjutnya bencana Istighfar Menolak Bala’ dan Bencana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?