Hidayatullah.com–Baru-baru ini viral sebuah video petugas pemakaman jenazah Covid-19 melakukan takbir di pemakaman. Hal ini dilakukan pengelola tetap Covid-19 Departemen Agama Negeri Sembilan (JHEAINS), saat menangani jenazah Covid-19 tepat di malam hari raya Idul Adha.
Adalah Mohd Z Affendi Zakaria (35), bersama 18 orang lainnya termasuk petugas kesehatan Kabupaten Seremban. Di tengah kesibukan dan kegembiraan umat Islam mempersiapkan perayaan Idul Adha di rumah masing-masing, harus menjauh dari keluarga karena harus tanggung jawab dalam penanganan Covid- tubuh 19.
“Saat itu kami sedang menunggu lima jenazah lagi untuk dimakamkan sekitar pukul 8 malam dan secara spontan kami takbir di pinggir makam dipimpin oleh Pengurus JHEAINS, Mohd Kah’har Che Kasim, 34, dan Shahizad Shahmir, 38, kata Zakaria. “Suara takbir itu berlangsung selama 10 menit dan itu adalah pengalaman pertama kami takbir raya di kuburan dengan memakai seragam APD, dalam ingatan saya saat itu saya hanya ingat keluarga di rumah,” katanya dikutip Bernama, Kamis (22/7/2021).
Lebih mengharukan lagi ia melihat situasi anggota keluarga dan ahli waris yang tidak bisa bersama dalam prosesi pemakaman orang yang dicintainya. Malah hanya bisa mengamati dari luar pagar di Makam Maqbarah Salimah Ainsdale.
Pengalaman pria kelahiran Jelebu dibagikan melalui akun TikTok baru-baru ini. Yang menarik, kisahnya mendapat perhatian netizen yang memberikan kata-kata penyemangat kepada para pekerja garda depan selain mendoakan agar mereka terus kuat dalam menjalankan tugasnya.
Menceritakan pengalaman mengurus pemakaman Covid-19, Mohd Z Affendi mengatakan, sangat menantang apalagi pernah malam hari diguyur hujan. Hal ini membuat dia terpeleset dan jatuh ke lubang pemakaman dan saluran air di dekat makam.
“Hal ini dikarenakan pelindung muka yang dikenakan terkadang berkabut sehingga menyulitkan kita untuk melihat keadaan sekitar dengan jelas, ditambah lagi dengan penggunaan APD yang membuat kita sulit bernafas,” ujarnya.
Namun, kata dia, mereka tidak pernah menganggap tugas mengelola jenazah itu sebagai beban melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurut dia, hingga Senin lalu, mereka telah membantu mengelola 150 jenazah di pemakaman dengan delapan hingga 12 jenazah dimakamkan sehari.
“Hal ini tentunya akan memberikan kesadaran kepada kita untuk lebih berhati-hati, tidak harus menyalahkan pihak manapun dan yang terpenting mematuhi SOP (standar operasional prosedur) yang telah ditetapkan,” ujarnya. *