Hidayatullah.com–Juru bicara Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mengumumkan bahwa pada Ahad depan Saleh akan menandatangani perjanjian pemindahan kekuasaan dan turunnya ia dari jabatannya dalam bulan ini. Namun pihak oposisi masih meragukan hal tersebut.
Di sisi lain, Presiden Amerika Barack Obama mendesak Saleh untuk mematuhi janjinya dan menandatangani inisiatif negara Teluk tersebut.
Ahmad Sufi mengatakan, Saleh telah merubah pikirannya dan akan menandatangani inisiatif dari negara Teluk tersebut pada Ahad depan, bertepatan dengan peringatan 21 tahun persatuan Yaman. Acara penandatangan tersebut akan dihadiri oleh Sekjen Gulf Cooperation Council (GCC) Abdul Latif Al-Zayani.
Sufi menambahkan bahwa Saleh mengambil keputusan tersebut setelah mendapat tekanan diplomatik yang kuat dari negara-negara Teluk dan lainnya.
Menurut informasi yang diberikan kepada media Prancis, Saleh juga mendapatkan tekanan besar dari Amerika Serikat dan Uni Eropa agar ia menandatangani perjanjian tersebut.
Sebelumnya, Saleh sudah lebih dari sekali menolak penandatanganan perjanjian inisiatif dari negara-negara Teluk (GCC) itu.*