Hidayatullah.com—Polisi di Malaysia sedang menyelidiki dugaan pelanggaran aturan pembatasan Covid-19 setelah seorang pelanggan mengambil langkah luar biasa untuk menjemput pesanan makanannya yang tidak kunjung tiba, yaitu mengirim helikopter terbang lebih dari 100 mil lintas negara bagian.
Helikopter itu dikabarkan mendarat di kota Ipoh untuk menjemput 36 porsi makan populer yang dikenal dengan sebutan “nasi ganja” lalu kembali ke Kuala Lumpur, 180 kilometer jauhnya, menurut laporan Negara Jiran itu sedang memberlakukan lockdown, orang dilarang bepergian keluar rumah dan lintas negara bagian kecuali untuk keperluan sangat penting.
Polisi mengatakan helikopter itu sudah mendapat izin terbang ke luar ibukota tetapi hanya untuk pemeliharaan, bukan untuk menjemput makanan. Jaksa akan memutuskan apakah akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut.
Dilansir The Star Senin (26/7/2021), Free Malaysia Today (FMT) melaporkan bahwa pemiliknya, Mohamed Raffe Chekku, mengatakan helikopter mendarat di Padang Ipoh dengan semua surat-surat yang diperlukan.
Dia juga mengatakan kepada FMT bahwa pihaknya sudah menginstruksikan pengacaranya untuk menyelidiki masalah ini, dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak penyidik.
“Tidak banyak yang dapat saya katakan kecuali bahwa itu adalah pengambilan cepat,” imbuhnya.
Mohamed Raffe menjadi sorotan setelah beredar video helikopter Bell 505 yang mendarat di sebuah lapangan pada Jumat (23/7) pagi.
FMT melaporkan bahwa helikopter itu disewakan oleh pemiliknya ke Systematic Air Services (SAS).
Namun, chief executive officer SAS Ida Adora Ismail mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada krunya yang terlibat dalam pengambilan makanan tersebut.
SAS mengkonfirmasi memang ada perjanjian sewa-menyewa, tetapi penerbangan Ipoh tersebut adalah penerbangan pribadi yang dibuat oleh pemilik dan penumpangnya dari bandara Subang ke Ipoh lalu kembali.
Pada hari Ahad (25/7/2021) Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) melakukan penyelidikan atas masalah tersebut.
CEO CAAM Chester Voo mengatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan helikopter berangkat pada pukul 09:08 pada hari Jumat dari Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di Subang menuju Ipoh dan kembali ke Subang pada pukul 11.02 pagi.*