Hidayatullah.com–Sebanyak 11 mayat dan 154 potongan pesawat ditemukan saat operasi pencarian korban pesawat militer Rusia TU-154 yang jatuh di Laut Hitam dalam penerbangan ke Suriah, Senin kemarin.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan, keseluruhan dari 92 penumpang termasuk delapan awak pesawat itu tewas dan hari ini dicanangkan sebagai hari berkabung nasional di Rusia.
Operasi pencarian disertai sekitar 3.500 orang termasuk 139 penyelam. Selain itu juga melibatkan 39 kapal, pesawat, lima helikopter dan kapal selam serta sebuah drone di area seluas 10,5 kilometer persegi dekat Sochi.
Menurut Konashenkov, semua anggota pencarian dan penyelamatan bertugas 24 jam untuk menemukan mayat korban dan kotak hitam.
“Serpihan pesawat itu telah ditemukan sekitar 50 meter sampai 70 meter dalam laut yaitu sekitar 1,5 kilometer dari pantai Rusia,” katanya.
Menteri Transportasi Rusia, Maksim Sokolov mengatakan, penyelidikan difokuskan apakah kecelakaan disebabkan kesalahan pilot atau masalah teknis.
Gagal Konser Semangati Tentaranya Pasca Hancurnya Aleppo, Pesawat Militer Rusia Jatuh di Laut Hitam
Sementara itu, Presiden Suriah Bashar al Assad berkata mengatakan kepada Rusia dirinya mengaku sangat sedih atas kabar jatuhnya pesawat militer Rusia yang menurut rencana akan menghibur pasukan Rusia di Aleppo menjelang malam tahun baru.
“Doa kami menyertai Anda,” kata Assad kepada Putin. “Pesawat itu membawa para sahabat tercinta yang datang menemui kami dan rakyat Aleppo yang larut dalam kegembiraan menang perang dan Hari Natal,” ujarnya dalam sebuah pesan belasungkawa pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sebagaimana diketahui, pesawat militer TU-154 jatuh hari Ahad. Di dalamnya ada anggota band Alexandrov Ensemble, kelompok musik kebanggaan Rusia sejak zaman Uni Soviet.
Selain itu, di dalam pesawat juga terdapat delapan awak pesawat, Komandan Polisi Militer Rusia Letjen Vladimir Ivanovsky serta 9 jurnalis yang ikut dalam penerbangan itu.
Rombongan dijangka menuju ke Suriah untuk konser dan menghibur tentara Rusia di pangkalan udara pasca keberhasilannya merebut Kota Aleppo yang menelan puluhan ribu kaum Muslimin dalam perayaan malam Tahun Baru. Namun takdir Allah berkehendak lain.*