Hidayatullah.com—Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan pengungsi UNHCR mengatakan pihaknya memperoleh kembali akses ke dua kamp di wilayah Tigray, di bagian Utara Ethiopia, yang menampung pengungsi asal negara tetangga Eritrea.
UNHCR mengatakan sudah tiba di kamp Mai Aini dan Adi Harush – yang menampung sekitar 23.000 pengungsi – tetapi memperingatkan bahwa kondisi di sana masih sangat memprihatikan.
UNHCR menegaskan pihaknya hanya memperoleh akses terbatas ke kedua kamp tersebut disebabkan masih rentannya situasi keamanan di kawasan itu. Di sana tidak ada layanan kesehatan dan persediaan air bersih habis, lansir BBC Selasa (10/8/2021).
Organisasi di bawah PBB itu meminta bantuan untuk memindahkan para pengungsi sacara aman ke fasilitas baru di Alemwach dekat kota kecil Dabat, sekitar 135 kilometer (83 mil) jauhnya.
Organisasi itu juga mengkhawatirkan dampak pecahnya kembali konflik bersenjata di Amhara dan Agar, di mana dikabarkan sekitar 170.000 orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan menjadi pengungsi di negerinya sendiri. UNHCR juga melihat ada lebih banyak lagi orang yang menyeberang ke negara tetangga Sudan.
Konflik di Tigray, yang dimulai pada November 2020, memaksa lebih dari dua juta orang meninggalkan rumah mereka, dan menyebabkan ratusan ribu orang kelaparan.
Badan tersebut meminta lebih dari $164,5 juta dana bantuan untuk sekitar 750.000 orang di Tigray dan sekitar 120.000 pengungsi Ethiopia di Sudan.*