Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tokoh Kashmir Syed Ali Shah Geelani Wafat di Srinagar, India Perketat Keamanan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 September 2021 12:06 12:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 September 2021 12:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Politisi veteran Kashmir Syed Ali Shah Geelani wafat di Srinagar. Kematiannya mendorong pihak berwenang India untuk memperketat keamanan di wilayah tersebut.

Syed Ali Shah Geelani, tokoh penting politik separatis di wilayah Kashmir yang diduduki India, meninggal pada usia 91 tahun.

Politisi veteran itu, yang sakit sejak lama dan berstatus tahanan rumah sejak 12 tahun lalu, meninggal pada Rabu malam (1/9/2021) di rumahnya di Srinagar.

Geelani, seorang penulis Islam dan orator yang bersemangat, adalah pendukung setia ide penggabungan Kashmir dengan Pakistan.

Dia berulang kali menolak untuk terlibat dalam dialog apa pun dengan New Delhi, mengatakan “India tidak bisa dipercaya kecuali menyebut Kashmir sebagai wilayah yang disengketakan, men-demiliterisasi wilayah itu dan membebaskan tahanan politik sebagai syarat menggelar dialog yang bermakna.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah India yang berganti dari masa ke masa senantiasa menolak sikap Geelani.

Sikap sangat kerasnya yang menentang dialog antara India dan Pakistan soal Kashmir, juga mendapat kritikan dari tokoh-tokoh di Kashmir.

“Kami mungkin tidak sepakat dalam banyak hal, tetapi saya menghormatinya karena ketabahan dan pendiriannya dalam keyakinannya,” kata Mehbooba Mufti, seorang mantan menteri utama Kashmir, lewat Twitter, lansir DW.

Dari mengajar ke politik

Geelani memulai karir sebagai guru sekolah sebelum bergabung dengan partai agama dan politik terbesar di Kashmir, Jamat-e-Islami, pada 1950-an. 

Dia mengundurkan diri sebagai anggota parlemen untuk bergabung dengan gerakan anti-India pada 1980-an, dan menjadi simbol perlawanan Kashmir.

Geelani menjabat sebagai ketua All Parties Hurriyat Conference, sebuah konglomerat kelompok politik dan agama Kashmir yang dibentuk pada tahun 1993, yang memperjuangan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi Kashmir.

Kematian Geelani mendorong pihak berwenang India memperketat keamanan di Kashmir, wilayah subur kaya sumber daya alam yang telah lama menjadi rebutan antara India dan Pakistan.

Menurut polisi, internet diputus sementara sebagai tindakan pencegahan dan ribuan tentara telah dikerahkan di wilayah yang merupakan salah satu zona paling termiliterisasi di dunia itu.

Beragam laporan menyebutkan

kawat berduri dan barikade telah dipasang di sepanjang jalan menuju rumah Geelani menyusul kabar atas kematiannya.

Pengumuman kematian Geelani disampaikan lewat pengeras suara masjid utama di dekat rumahnya, meminta orang-orang agar bergerak menuju kediamannya, menurut laporan media.

Namun, polisi mengatakan tidak ada seorang pun di lembah Kashmir yang diizinkan meninggalkan rumah mereka.

“Turut berduka cita atas meninggalnya pejuang kemerdekaan Kashmir Syed Ali Geelani yang berjuang sepanjang hayatnya untuk rakyatnya & hak mereka untuk menentukan nasib sendiri. Dia merasakan penderitaan penahanan & penyiksaan oleh negara pendudukan India tetapi dirinya tetap teguh,” kata Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, lewat Twitter hari Kamis (2/9/2021).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaKashmirPakistanSyed Ali Shah Geelani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya tentara wanita pertama saudi Begini Penampilan Satuan Tentara Wanita Pertama Saudi
Tulisan selanjutnya twitter konten Twitter Lakukan Uji Coba Fitur Mode Keamanan, Konten Ujaran Kebencian Bisa Diblokir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?