Hidayatullah.com—Suku Maori memperingatkan agar para demonstran anti-vaksin di New Zealand agar berhenti menarikan tarian haka dalam aksi-aksi protesnya “segera”.
tarian tradisional Ka Mate haka menjadi sangat populer sebab senantiasa dibawakan oleh tim rugby nasional All Blacks sebelum bertanding.
Ngati Toa sebagai wali hukum pengampu haka, mengeluarkan peringatan keras itu setelah tarian perang itu diperagakan dalam aksi-aksi protes kalangan penolak vaksinasi Covid-19 pekan lalu, lansir BBC Senin (15/11/2021).
Peringatan itu dikeluarkan sementara tingkat vaksinasi Covid-19 di kalangan suku asli New Zealand rendah.
Sampai saat ini hanya 61% dari suku Maori yang layak untuk divaksinasi sudah disuntik dosis lengkap dan 77% dudah menerima dosis pertama. Padahal pemerintah New Zealand menargetkan 90% warganya diimunisasi.
“Ngati Toa mengecam penggunaan Ka Mate haka untuk mendorong dan mempromosikan pesan-pesan anti-vaksinasi Covid-19,” kata Helmut Modlik, pimpinan eksekutif Ngati Toa dalam sebuah pernyataan.
“Banyak tupuna (leluhur) kami yang kehilangan nyawanya dalam wabah-wabah sebelumnya … kami sangat paham bahwa vaksin Covid-19 merupakan perlindungan terbaik yang tersedia bagi kami, dan kami berkomitmen mendukung whānau (keluarga) kami agar segera mendapatkan vaksinasi.”
Pekan lalu, sekitar 2.000 demonstran berkumpul di luar gedung parlemen di Wellington dan berbagai daerah lain di New Zealand. Mereka membawa bendera Trump berukuran besar dan berbagai poster dan spanduk anti-vaksinasi. Sebagaimana diketahui Donald Trump, bekas presiden Amerika Serikat, dikenal sebagai tokoh anti-vaksinasi.
Dengan kebijakan pembatasan yanng sangat ketat, negara kecil di belahan selatan dunia itu sejak awal pandemi coronavirus hingga saat ini hanya mencatat 9.000 kasus infeksi dengan 34 kematian.
Namun, negara berpenduduk sekitar 4,87 juta jiwa itu belakangan mulai bergeser dari kebijakan zero Covid menjadi hidup bersama penyakit baru itu.
Belum lama ini Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan negara akan mewajibkan semua guru dan pekerja sektor kesehatan dan disabilitas divaksinasi lengkap agar terlindung dari Covid-19.*