Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Afghanistan yang Putus Asa Terpaksa Menjual Anak Gadis Mereka

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 19 November 2021 20:58 8:58 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 November 2021 06:00
Bagikan
afghanistan
Bagikan

Situasi di Afghanistan, yang telah kacau sejak invasi Amerika Serikat, semakin memburuk ketika negara itu menderita kekeringan, memaksa keluarga untuk menjual segalanya, termasuk anak-anak mereka sendiri

Hidayatullah.com — Dengan ekonomi yang sudah memburuk karena kekeringan panjang dan berbagai permasalahan lain yang muncul pasca mundurnya Amerika, masa depan Afghanistan tampak suram.

Pemimpin Afghanistan yang masih mencari pengakuan internasional setelah merebut kekuasaan pada pertengahan Agustus, kelompok Taliban sedang berjuang untuk memahami situasi Afghanistan yang memburuk – dan orang miskinlah yang membayar harga tertinggi.

“Pandemi Covid-19, krisis pangan yang sedang berlangsung, dan mulainya musim dingin semakin memperburuk situasi bagi para keluarga,” menurut laporan yang baru-baru ini diterbitkan oleh UNICEF, badan PBB yang bertanggung jawab memberi bantuan kemanusiaan kepada anak-anak di seluruh dunia.

“Pada tahun 2020, hampir setengah dari populasi Afghanistan sangat miskin sehingga mereka kekurangan kebutuhan seperti nutrisi dasar atau air bersih.” Dan ini sudah terjadi sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mohammad Ibrahim, seorang penduduk Kabul, mengatakan kepada DW bahwa dia tidak punya pilihan lain selain menawarkan putrinya yang berusia 7 tahun, Jamila, untuk hutang keluarganya. “Seseorang datang dan mengatakan kepada saya untuk membayar hutang atau ‘Saya akan membakar rumah Anda menjadi abu,'” kata Ibrahim. Tapi dia ditawari kesempatan untuk “menyerahkan putrinya,” untuk membayar hutangnya.

“Pria itu adalah orang kaya,” katanya. “Dan saya tidak punya pilihan lain dan saya menerima tawaran menukar anak saya dengan imbalan 65.000 Afghani (hampir €620/$700) agar bisa membayar hutang.”

Menurut UNICEF, jutaan anak terus membutuhkan pelayanan penting, termasuk perawatan kesehatan primer, vaksin polio dan campak, nutrisi, pendidikan, perlindungan, tempat tinggal, air dan sanitasi.

PBB: Lebih dari separuh Afghanistan dalam kemiskinan

Program Pangan Dunia PBB (WFP) memperkirakan bahwa lebih dari separuh penduduk Afghanistan hidup di bawah garis kemiskinan, dan kerawanan pangan meningkat, sebagian besar karena konflik dan ketidakamanan yang memutus seluruh komunitas. WFP mengatakan bahwa sekitar 22,8 juta orang dari hampir 35 juta penduduk Afghanistan terancam kelaparan, termasuk ratusan ribu yang telah mengungsi akibat konflik sejak awal tahun.

“Sulit untuk menawarkan anak Anda untuk hutang. Kami tidak punya apa-apa lagi untuk ditawarkan kecuali anak kami sendiri,” kata Nazo, istri Ibrahim kepada DW (17/11/2021).

Menyusul runtuhnya pemerintah Afghanistan, upaya bunuh diri juga meningkat dan orang-orang melaporkan peningkatan penyakit psikologis dan mental. Kemiskinan meningkat, dan tidak adanya warna dan keramaian dari jalan-jalan Kabul yang sebelumnya cerah dan ramai membuatnya lebih menonjol.

Anak gadis untuk bertahan hidup

Di provinsi Badghis barat Afghanistan, orang-orang telah dilanda kekeringan panjang dan terpaksa meninggalkan rumah dan desa mereka. Najeeba, seorang gadis muda yang tinggal di sebuah kamp, telah dijual oleh keluarganya dengan imbalan 50.000 Afghani.

“Di malam hari sangat dingin, dan kami tidak punya apa-apa untuk menghangatkan rumah kami. Kami ingin LSM membantu kami,” kata Najeeba kepada DW. “Saya masih gadis. Saya punya dua saudara laki-laki, seorang saudara perempuan dan seorang ibu. Saya tidak ingin menikah dan ingin belajar dan mengenyam pendidikan,” tambahnya.

Sementara penguasa baru Afghanistan masih berjuang untuk pengakuan internasional dan untuk mencegah keruntuhan ekonomi negara itu, organisasi kesejahteraan internasional menyerukan bantuan kemanusiaan segera.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistankemiskinanTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota Gereja Filipina Terlibat Skandal Seks dan Perdagangan Manusia
Tulisan selanjutnya Pesan Muhammadiyah kepada Panglima TNI Andika Perkasa: Utamakan Kepentingan Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?