Hidayatullah.com–Ribuan pekerja pertunjukan, operator bioskop, penyelenggara acara dan lainnya hari Ahad (26/12/2021) berkumpul melakukan protes terhadap kebijakan pemerintah Belgia untuk menutup tempat dan menghentikan aktivitas budaya di negara itu dengan alasan mencegah penyebaran coronavirus varian Omicron.
Dengan membawa berbagai macam tulisan seperti “The show must go on” atau “No culture, no future,” kerumunan sekitar 5.000 berunjuk rasa dengan damai di tengah guyuran hujan. Mereka menuding pemerintah secara tidak adil menarget industri kebudayaan dengan berbagai aturan pembatasan berkaitan dengan Covid-19.
Panitia menghimbau peserta untuk memakai masker dan menjaga jarak.
Sebuah kelompok orkes tiup mengiringi demonstrasi hari Ahad yang digelar di Mont des Arts, lokasi simbolis di Brussels tempat proklamasi kemerdekaan Belgia tahun 1830 dan merupakan lokasi favorit tokoh-tokoh budaya menampilkan pertunjukan ratapan mereka.
Berdasarkan aturan terbaru, kegiatan publik dalam ruangan sangat dibatasi, aktivitas belanja dibatasi, dan penggemar olahraga tidak diizinkan masuk ke stadion dan tempat-tempat pertandingan dalam ruangan.
Namun, pemerintah Belgia menolak memberlakukan lockdown seperti yang dilakukan negara tetangga Belanda selama musim liburan Natal dan pergantian tahun.
Setelah hampir dua tahun penutupan paksa dan pembukaan terbatas, sektor budaya berharap segala upayanya – termasuk pengukur kualitas udara khusus di aula, kursi terpisah, dan kapasitas pengunjung terbatas – akan memungkinkan mereka beraktivitas kembali tanpa adanya pembatasan ketat berkaitan dengan Covid-19.
Tidak ingin amuk massa terjadi, seperti dalam sejumlah demonstrasi sebelumnya dan di negara tetangga, pemerintah mulai hari Ahad kemarin membolehkan acara seperti pasar Natal digelar, meskipun di tempat itu orang kerap berpesta-pora menikmati minuman beralkohol beramai-ramai. Bar dan restoran juga dipersilahkan buka, meskipun dengan sejumlah pembatasan.
Bahkan menurut lembaga penyiaran milik pemerintah RTBF, sejumlah bioskop dan tempat pertunjukan lain nekat melanggar perintah penutupan.*