Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Terus Diprotes, Raja Belanda Tidak Lagi Gunakan Kereta Kencana Gouden Koets

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Januari 2022 18:41 6:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Januari 2022 18:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Raja Belanda Willem-Alexander mengatakan tidak akan lagi menggunakan kereta kencana Gouden Koets, di tengah perdebatan perihal keterkaitan kendaraan kerajaan itu dengan perbudakan era kolonial Belanda.

Salah satu sisi badan gerbong kereta kencana berwarna emas itu dilukis dengan gambar yang, menurut para kritikus, mengagungkan era kolonial Belanda.

“Gouden Koets hanya akan dikendarai lagi ketika bangsa Belanda sudah siap dan saat ini keadaannya tidak demikian,” kata Raja Willem-Alexander dalam pesan video seperti dilansir Associated Press Kamis (13/1/2022).

Lukisan di dinding gerbong – yang dikenal sebagai “Persembahan dari koloni-koloni” – menampakkan orang-orang kulit hitam dan Asia (orang berpakaian adat Jawa lengkap dengan blangkon dan keris) menyerahkan upeti kepada seorang wanita muda berkulit putih simbol Belanda.

Kereta itu saat ini dipajang di museum Amsterdam setelah menjalani restorasi yang memakan waktu lama. Kereta yang ditarik kuda itu sebelumnya dipergunakan anggota keluarga Raja Belanda melalui jalan-jalan di kota Den Haag menjelang awal pembukaan parlemen setiap September.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tidak ada gunanya mengutuk dan mendiskualifikasi apa yang telah terjadi melalui lensa zaman kita,” kata Raja Willem-Alexander.

“Sekedar melarang benda dan simbol sejarah tentu saja juga bukan solusi. Sebaliknya, diperlukan upaya bersama yang lebih dalam dan memakan waktu lebih lama. Sebuah usaha yang menyatukan kita dan bukan memecah belah kita,” imbuhnya.

Para aktivis anti-rasisme menyambut baik keputusan itu, tetapi menyeru lebih banyak tindakan dari keluarga Kerajaan Belanda. 

“Dia mengatakan masa lalu tidak boleh dilihat dari perspektif dan nilai-nilai masa kini,” kata Mitchell Esajas, salah satu pendiri The Black Archives di Amsterdam.

“Saya pikir itu adalah kekeliruan karena, juga dalam konteks sejarah, perbudakan dapat dilihat sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan sebuah sistem kekerasan,” imbuhnya.

Tahun lalu, Walikota Amsterdam Femke Halsema meminta maaf atas keterlibatan para mantan gubernur pendahulunya dalam perdagangan budak.

Belanda sebagaimana diketahui sejarahnya sebagai negara adidaya kolonial abad ke-17, di mana pedagang-pedagang Belanda menghasilkan banyak uang dari perbudakan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandabudakGouden Koetskereta kencanakolonial
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya emma watson palestina Para Bintang Film Dukung Solidaritas Emma Watson untuk Palestina
Tulisan selanjutnya Stafsus Menhan Bantah Prabowo Bahas Normalisasi RI – “Israel”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?