Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Direkrut Houthi 1.500 Tentara Anak Tewas Dalam Pertempuran 2020

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Januari 2022 13:55 1:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Januari 2022 13:55
Bagikan
houthis
Bagikan

Hidayatullah.com– Hampir 1.500 anak yang direkrut pemberontak Syiah Yaman Houthi tewas dalam pertempuran tahun 2020 dan ratusan lagi di tahun selanjutnya, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan PBB para pakar mengatakan pemberontak Houthi sampai saat ini masih merekrut anak-anak, menggunakan kegiatan kamp musim panas dan masjid untuk menyebarkan ideologi mereka.

Dalam laporan setebal 300 halaman, panel tersebut mengatakan telah menerima daftar nama 1.406 anak yang direkrut oleh Houthi yang tewas di medan perang pada 2020 dan 562 lain antara Januari dan Mei tahun berikutnya.

“Anak-anak itu diinstruksikan untuk meneriakkan slogan Houthi ‘matilah Amerika, matilah Israel, terkutuklah orang-orang Yahudi, kemenangan bagi Islam’,” lansir Associated Press mengutip laporan yang dibuat panel beranggotakan empat pakar itu seperti dilansir BBC Ahad (30/1/2020).

“Di satu kamp, ​​anak-anak berusia paling muda tujuh tahun diajari membersihkan senjata api dan menghindari roket.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Panel itu meminta semua pihak “untuk menahan diri dari menggunakan sekolah, kamp musim panas dan masjid untuk merekrut anak-anak” dan merekomendasikan sanksi bagi siapa saja yang tidak mengindahkan seruan itu.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa para pemberontak, yang menguasai ibu kota Sanaa, menggunakan jaringan perantara global yang kompleks untuk mendapatkan komponen penting untuk sistem persenjataan mereka guna menghindari embargo senjata PBB.

“Semua pasukan militer dan paramiliter yang setia kepada otoritas yang berbasis di Sanaa termasuk dalam definisi ini,” tambahnya.

Terjadi eskalasi pertempuran setelah serangan drone Houthi terhadap pasukan sekutu pemerintah Uni Emirat Arab dua pekan lalu.

Pada 21 Januari, serangan udara di sebuah penjara di daerah pertahanan Houthi di Saada, barat laut Yaman, menewaskan lebih dari 70 orang, mendorong PBB dan Amerika Serikat untuk menyerukan dihentikannya pertempuran.

Laporan panel itu juga mengatakan bahwa serangan udara terhadap pemberontak oleh pasukan pimpinan Arab Saudi masih menimbulkan banyak korban sipil.

Lebih dari 10.000 anak telah tewas dalam perang di Yaman yang dimulai pada tahun 2015.

Puluhan ribu orang dewasa juga tewas sebagai akibat langsung dari pertempuran, sementara jutaan orang mengungsi dan terancam kelaparan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HouthipemberontakPerserikatan Bangsa-Bangsasyiahtentara anakyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Imbau Rumah Ibadah Ahmadiyah Sintang Difungsikan sebagai Masjid kaum Muslim
Tulisan selanjutnya Beradab Terhadap Pancasila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?