Hidayatullah.com–Jumlah orang yang mengalami gejala Covid-19 berkepanjangan meskipun sudah dinyatakan negatif (long Covid) mencapai angka tertinggi 1,3 juta, menurut data hasil survei oleh Office for National Statistics, naik dari 1,27 juta pada awal Desember 2021.
Angka itu mencakup lebih dari 550.000 orang yang terjangkit Covid-19 tahun sebelumnya, menggarisbawahi dampak virus yang berkepanjangan dan kerap membuat orang tidak dapat beraktivitas normal.
Angka-angka ini didasarkan pada laporan yang disampaikan sendiri oleh penderita long Covid – yang masih terus mengalami gejala lebih dari empat minggu usai dinyatakan sembuh – dari sampel yang dikumpulkan dari orang-orang yang tinggal di rumah pribadi selama empat minggu hingga tanggal 2 Januari.
Hampir dua dari setiap 3 orang penderita long Covid (836,000) mengatakan kondisi itu mempengaruhi aktivitas mereka sehari-hari – sebanyak 244.000 orang di antaranya mengatakan kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan sehari-hari menjadi “sangat terbatas”, kata ONS dalam laporannya, seperti dilansir The Guardian Kamis (3/2/2022).
Gejala umum yang ditemukan dalam survei itu antara lain kelelahan (dialami oleh 50% dari mereka yang melaporkan sendiri menderita long Covid), sesak napas (37%), kehilangan penciuman (37%), kehilangan indera perasa (28%).*