Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Wafat, Disisihkan karena Menentang Vaksinasi Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Februari 2022 15:59 3:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Februari 2022 15:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ilmuwan Prancis Luc Montagnier, peraih Nobel Kedokteran salah satu penemu virus HIV penyebab AIDS, telah meninggal dunia dalam usia 89 tahun. Demikian diumumkan hari Kamis (10/2/2/22) oleh wali kota di pinggiran Paris di mana dia dirawat di rumah sakit.

Montagnier wafat pada hari Selasa di American Hospital di Neuilly-sur-Seine arah barat laut dari pusat kota Paris, kata wali kota Jean-Christophe Fromantin kepada AFP. 

Fromantin mengatakan bahwa dia memiliki akta kematian Montagnier.

Montagnier berbagi anugerah Nobel dalam bidang fisiologi atau kedokteran tahun 2008 dengan rekannya Francoise Barre-Sinoussi atas temuan human immunodeficiency virus (HIV), penyebab AIDS.

Namun, dia disisihkan dari komunitas keilmuan setelah mengatakan bahwa pandemi Covid-19 disebabkan coronavirus yang dimodifikasi di laboratorium dan bahwa vaksinasi di masa pandemi tidak efektif dan justru akan memicu kemunculan varian-varian dari virus tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan kematian Montagnier sudah sempat beredar di media sosial, tetapi AFP baru bisa memperoleh konfirmasi 24 jam kemudian.

Kelangkaan informasi yang tidak biasa seputar kematian sosok orang terkemuka ini mencerminkan situasi Montagnier di komunitas keilmuan belakangan ini.

Ilmuwan unggul yang pernah menjadi kebanggaan Prancis itu kehilangan dukungan dari banyak sejawat karena sikapnya yang tidak sama dengan mereka.

 “Hari ini kami memuji peran penting Luc Montagnier dalam penemuan HIV,” kata asosiasi anti-AIDS, Aides.

“Ini adalah langkah maju yang mendasar, tetapi yang sayangnya diikuti oleh beberapa tahun di mana dia menjauh dari sains, sebuah fakta yang tidak dapat kita sembunyikan,” kata Aides.

Montagnier membuat temuan penting terkait HIV di awal era 1980-an, ketika kasus-kasus AIDS mulai meluas dan peluang hidup penderitanya sangat kecil.

Hasil temuannya meletakkan dasar untuk pengobatan AIDS, yang diluncurkan 15 tahun kemudian, yang memungkinkan pasien untuk hidup hampir normal meskipun sakit.

Temuannya itu kemudian disusul dengan perselisihan panjang antara Montagnier dan tim peneliti Amerika Serikat Robert Gallo perihal siapa yang berjasa atau lebih penting hasil temuannya. Akhirnya mereka sepakat bahwa peneliti Prancis itu berhasil mengisolasi virus, sementara peneliti Amerika yang berjasa menemukan keterkaitan langsung virus itu dengan AIDS.

Montagnier kemudian menghadapi kontoversi lain ketika dia mempertahankan teori “memori air” yang dianggap berperan penting dalam terapi homeopati. Teori “water memory” banyak ditentang kalangan ilmuwan.

Ketika dia mengutarakan sikapnya yang menentang vaksinasi Covid-19 di masa pandemi karena tidak efektif, dia nyaris tidak mendapatkan sokongan dari sesama ilmuwan. Terlebih ketika masalah vaksinasi masuk ke ranah politik.

“Dia terseret ke dalam kubangan lumpur meskipun dia benar tentang Covid,” kata Florian Philippot, politisi Prancis dari aliran kanan-jauh, tentang Montagnier di Twitter.

Ahli virologi terkemuka Didier Raoult, yang juga Disisihkan karena pandangan tentang perawatan Covid-19, memuji “orisinalitas” dan “independensi” Montagnier.

Presiden Prancis Emmanuel Macron – yang mengancam akan mempidanakan para penentang vaksinasi Covid-19 – hanya memuji “kontribusi besar” Montagnier dalam memerangi HIV/AIDS, dan mengucapkan belasungkawa.

Menteri Riset Frederique Vidal, yang mengaku “sangat terpukul” atas kepergian Montagnier dan mengutarakan belasungkawa untuk keluarganya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19HIV/AIDSNobel KedokteranPrancisUC MontagnierVaksinasiwater memory
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Kirim Skor Wordle, Nenek di Illinois Selamat dari Tawanan Orang Stres
Tulisan selanjutnya Menteri Prancis Ini Mendukung Pesepakbola Wanita Muslim Tunaikan Hak Berjilbab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?