Hidayatullah.com — Entitas Zionis, ‘Israel’, menggunakan perang Rusia Ukraina untuk mendorong migrasi Yahudi ke wilayah penjajahan, ungkap pakar urusan ‘Israel’ Iyad Hamdan kemarin, lansir Middle East Monitor (27/02/2022).
Berbicara kepada Quds Press, Hamdan mengatakan bahwa pendudukan Zionis menerima ratusan orang Yahudi sekuler yang berimigrasi dari Ukraina untuk menjaga keseimbangan antara Yahudi sekuler dan Yahudi relijius di ‘Israel’.
Dia menunjukkan bahwa ‘Israel’ tidak berhenti meningkatkan populasi Yahudi untuk mempertahankan mayoritas Yahudi melawan populasi Arab.
Hamdan menyatakan bahwa pemerintah pendudukan ‘Israel’ berencana untuk menyerap imigran baru di pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.
Pada hari Sabtu, surat kabar the Jerusalem Post mengutip seorang pejabat Israel yang mengatakan bahwa ‘Israel’ kemungkinan akan menerima 10.000 imigran Yahudi dari Ukraina dalam beberapa minggu mendatang.
Menurut sebuah laporan Kementerian Imigrasi dan Penyerapan ‘Israel’ mengatakan: “Ini dipersiapkan untuk imigrasi darurat orang Yahudi Ukraina, dan mengingat eskalasi di Ukraina, [itu] sedang mempersiapkan semua sektor untuk membantu dan menyerap setiap orang Yahudi yang ingin berimigrasi ke ‘Israel’.”
“Kami menyerukan kepada orang-orang Yahudi Ukraina untuk berimigrasi ke Israel – rumah Anda,” kata kementerian itu.
Menurut surat kabar itu, Menteri Imigrasi dan Penyerapan Tamano Shata dan Menteri Keuangan Avigdor Lieberman telah sepakat untuk memberikan anggaran tambahan untuk mewujudkan operasi imigrasi darurat dari Ukraina.
Tahun lalu, harian itu melaporkan, total 13.006 orang Yahudi dari Eropa Timur berimigrasi ke ‘Israel’.
The Jerusalem Post telah mengungkapkan bahwa ‘Israel’ menawarkan tempat tinggal dan makanan gratis untuk orang-orang Yahudi yang berimigrasi dari Ukraina.
Rekrut Sukarelawan untuk Ukraina
Kedubes Ukraina di wilayah penjajahan ‘Israel’ secara aktif merekrut sukarelawan untuk bertempur melawan Rusia.
“Kedutaan telah memulai pembentukan daftar sukarelawan yang ingin berpartisipasi dalam aksi pertempuran melawan agresor Rusia,” tulis kedubes dalam unggahan Facebook yang telah dihapus.
Belum diketahui alasan penghapusan unggahan tersebut.
Sekitar 500.000 pemukim ilegal Yahudi ‘Israel’ diyakini memiliki akar Ukraina. Sebagian besar dari mereka bermigrasi ke tanah Palestina pasca runtuhnya Uni Soviet.