Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Taliban Larang Budidaya Tanaman Opium

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 4 April 2022 10:27 10:27 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 4 April 2022 10:30
Bagikan
Taliban Larang Budidaya Tanaman Opium
Bagikan

Hidayatullah.com — Taliban mengumumkan melarang budidaya tanaman penghasil narkotika di Afghanistan, salah satu negara penghasil opium terbesar di dunia.

“Sesuai keputusan pemimpin tertinggi Imarah Islam Afghanistan, semua warga Afghanistan diberitahu bahwa mulai sekarang, budidaya opium telah dilarang keras di seluruh negeri,” menurut perintah dari pemimpin tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada, TRT World melansir pada Senin (04/04/2022).

“Jika ada yang melanggar keputusan tersebut, tanaman akan segera dimusnahkan dan pelanggarnya akan diperlakukan sesuai dengan hukum Syariah,” perintah tersebut diumumkan pada konferensi pers oleh Kementerian Dalam Negeri di Kabul, Ahad.

Selain itu pemerintah Taliban juga melarang produksi, penggunaan atau transportasi narkotika lain.

Pengendalian narkoba telah menjadi salah satu tuntutan utama masyarakat internasional terhadap Taliban, yang mengambil alih negara itu pada Agustus dan sedang mencari pengakuan resmi internasional untuk mengurangi sanksi yang sangat menghambat perbankan, bisnis dan pembangunan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Situasi ekonomi yang mengerikan

Taliban melarang opium tumbuh menjelang akhir kekuasaan terakhir mereka pada tahun 2000 karena mereka mencari legitimasi internasional, tetapi menghadapi reaksi keras dan kemudian sebagian besar mengubah pendirian mereka, menurut para ahli.

Produksi opium Afghanistan – yang diperkirakan PBB bernilai $ 1,4 miliar pada puncaknya di tahun 2017 – telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, petani dan anggota Taliban mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Situasi ekonomi negara yang mengerikan memaksa penduduk provinsi tenggara untuk menanam tanaman terlarang yang dapat memberi mereka keuntungan lebih cepat dan lebih tinggi daripada tanaman legal seperti gandum.

Sumber-sumber Taliban mengatakan kepada Reuters bahwa mereka mengantisipasi perlawanan keras dari beberapa elemen dalam kelompok tersebut terhadap larangan opium dan bahwa telah terjadi lonjakan jumlah petani yang membudidayakan opium dalam beberapa bulan terakhir.

Seorang petani di Helmand yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir harga opium telah naik lebih dari dua kali lipat karena rumor bahwa Taliban akan melarang penanamannya. Namun dia menambahkan bahwa dia perlu menanam opium untuk menghidupi keluarganya.

“Tanaman lain hanya tidak menguntungkan,” katanya.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanImarah Islam AfghanistanopiumTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Sebut Tak Kirimkan Perwakilan di Sidang Isbat Kemenag
Tulisan selanjutnya Ditetapkan Tersangka, Polri Gandeng Kominfo Blokir Akun Youtube Saifuddin Ibrahim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?