Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Covid-19: Australia Waspadai Penyebaran XE, Coronavirus Varian Hibrida Omicron

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 April 2022 11:17 11:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 April 2022 11:17
Bagikan
varian baru covid-19 omicron
Bagikan

Hidayatullah.com– Otoritas kesehatan mendesak agar masyarakat terus waspada terhadap Covid-19 setelah munculnya varian hibrida Omicron di Australia.

Varian rekombinan itu, yang dikenal dengan sebutan XE, merupakan kombinasi dari BA.2 (virus turunan Omicron) dan BA.1 (varian Omicron asli yang sangat mudah menular).

Dilansir The Guardian (15/4/2022), kasus XE terkonfirmasi di Australia diidap oleh seorang pelancong luar negeri yang dites positif terjangkit subvarian itu pada 9 April setibanya di New South Wales.

BA.2 sekarang merupakan varian virus Covid yang dominan di seluruh dunia dan sekitar 97% kasus di NSW disebabkan virus itu. Omicron – baik BA.1 maupun BA.2 – sekarang merupakan satu-satunya varian yang diidentifikasi beredar di negara bagian itu dalam beberapa pekan terakhir.

Sejak XE pertama kali diidentifikasi di Inggris pada 19 Januari, lebih dari 1.100 kasus telah dikonfirmasi di Inggris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Indikasi awal menunjukkan subvarian XE kemungkinan lebih menular daripada BA.2, yang 30 hingga 50% lebih menular daripada BA.1. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikannya.

Sejauh ini, tidak ada bukti subvarian XE menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada strain lain atau lebih resisten terhadap vaksin.

UK Health Security Agency (UKHSA) belum membunyikan alarm untuk varian rekombinan itu – yang muncul ketika seseorang terinfeksi dengan dua atau lebih varian virus, membentuk varian tunggal baru yang menggabungkan genom dari keduanya.

Kepala penasihat medis UKHSA, Prof Susan Hopkins, mengatakan tidak ada cukup bukti tentang tingkat pertumbuhan atau sifat lain dari XE. Namun, dia menegaskan bahwa varian rekombinan bukanlah “kejadian yang tidak biasa”.

“Selama pandemi Covid-19 sudah diidentifikasi sejumlah varian rekombinan, tetapi kebanyakan mati relatif cepat,” kata Hopkins, seraya menegaskan masih belum ada cukup bukti perihal karakteristik XE.

Seorang juru bicara dari Departemen Kesehatan Inggris mengatakan hanya sejumlah kecil sekuens XE yang telah dilaporkan secara internasional dan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah varian tersebut akan menjadi dominan dan menyebar luar. 

Namun, mereka mengatakan kemunculan keturunan virus Sars-CoV-2 (penyebab Covid-19) dan varian rekombinannya kemungkinan akan berlanjut karena virus-virus itu terus bermutasi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiacovid-19HibridaOmicronRekombinanvarianXE
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Da’i Hidayatullah Madiun adakan Pertemuan Majlis Murobbi sebagai Penguatan Dakwah
Tulisan selanjutnya Imam Masjid di Banten Dikeroyok Karena Ingatkan Luruskan Saf Shalat, MUI Sampaikan Keprihatinan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?