Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Benci Terhadap Komunitas Taiwan, Pria China Tembaki Jemaat Gereja di California

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Mei 2022 14:54 2:54 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Mei 2022 14:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang pria imigran asal China melepaskan tembakan ke sekelompok orang Taiwan yang sedang berkumpul di dalam sebuah gereja di negara bagian California, Amerika Serikat, dalam serangan yang tampaknya bermotif kebencian rasial.

Hari Senin (16/5/2022), pihak berwenang menetapkan warga Las Vegas bernama David Chou sebagai pelaku penembakan hari Ahad di gereja Geneva Presbyterian di Irvine, selatan California.

Departemen Shariff wilayah Orange County menjerat tersangka berusia 68 tahun itu dengan satu tuduhan pembunuhan dan lima tuduhan percobaan pembunuhan. Dia saat ini dikurung dalam tahanan dengan uang jaminan pembebasan $1 juta.

Penembakan di Irvine, sekitar 50 mil ke arah selatan dari Los Angeles, terjadi setelah seorang mahasiswa kulit putih berusia 18 tahun pada hari Sabtu melakukan aksi serupa di sebuah supermarket di kawasan dominan kulit hitam di Buffalo, New York, yang menewaskan sepuluh orang dan melukai beberapa lainnya.

Don Barnes, sheriff Orange County, mengatakan motif penembakan itu adalah dendam Chou terhadap komunitas Taiwan. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Barnes mengatakan Chou pergi ke gereja itu, di mana dia bukan jemaat rutin, mengunci pintu dan kemudian mulai melepaskan tembakan. Dia juga meletakkan empat perangkat mirip bom molotov di dalam gereja, kata sheriff. Chou secara sah membeli dua pistol 9mm yang digunakan dalam serangan itu di Las Vegas, kata Stephen Galloway, pejabat asisten agen khusus ATF Los Angeles.

Jerry Chen, 72, anggota lama gereja itu, mengatakan dia baru saja melangkah ke dapur gereja ketika mendengar suara tembakan dan teriakan orang ramai. Mengintip di sudut, dia melihat orang-orang berlarian dan bersembunyi di bawah meja.

Sekitar 40 orang sedang berkumpul di aula persekutuan untuk makan siang setelah kebaktian pagi, guna menyambut mantan pembimbing mereka Pastor Billy Chang, kata Chen, yang sudah bekerja di gereja selama 20 tahun. Chang, anggota komunitas yang dicintai dan dihormati, pindah kembali ke Taiwan dua tahun lalu, kata Chen, seraya menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya dia kembali ke AS.

“Semua orang baru saja selesai makan siang,” katanya. “Mereka berfoto dengan Pendeta Chang. Saya baru saja selesai makan siang lalu pergi ke dapur.”

Kemudian dia mendengar suara tembakan dan berlari ke tempat parkir. 

“Saya tahu ada yang menembak,” katanya. “Saya sangat, sangat takut. Saya berlari keluar dari pintu dapur untuk menelepon 911.” kata Chen, yang mengaku tegang sehingga tidak sanggup memberikan alamat gereja dan terpaksa bertanya kepada orang lain.

Teman sesama jemaat mengatakan kepada Chen bahwa ketika pelaku berhenti untuk mengisi ulang senjatanya, Pendeta Cheng memukul kepalanya dengan kursi. Yang lain dengan cepat bergerak untuk mengambil pistol pelaku, lalu meringkus dan mengikatnya, kata Chen.

Sebagian besar jemaat gereja itu adalah imigran Taiwan berusia tua dan berpendidikan tinggi, kata Chen. “Kami kebanyakan pensiunan dan usia rata-rata di gereja kami adalah 80 tahun,” katanya.

Semua yang terluka dalam penembakan itu adalah warga senior dan empat di antaranya menderita luka tembak kritis. Mereka yang terluka termasuk empat pria Asia, usia 66, 75, 82 dan 92, serta seorang wanita Asia berusia 86 tahun, kata departemen sheriff. 

Mayoritas dari mereka yang berada di dalam gereja pada saat kejadian diyakini adalah keturunan Taiwan, kata Carrie Braun, juru bicara sheriff.

Meskipun berhasil memukul kepala pelaku dengan kursi, Pendeta John Cheng, 52, tewas akibat terkena tembakan dalam peristiwa itu, kata pihak berwenang dalam konferensi pers Senin. Cheng meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Kalau saja para jemaat tidak bergerak melumpuhkan pelaku, korban kemungkinan akan lebih banyak, kata pihak berwenang.

Barnes mengatakan Chou sudah menjadi warga negara Amerika Serikat dan telah tinggal selama bertahun-tahun di AS. Tidak jelas berapa lama Chou sebelumnya tinggal di Taiwan.

Keluarga Chou termasuk di antara banyak orang yang tampaknya dipindahkan secara paksa dari China ke Taiwan oleh pemerintah Beijing setelah tahun 1948, kata kepala kejaksaan Orange County Todd Spitzer. Kebencian Chou terhadap pulau itu, yang diduga didokumentasikan dalam catatan tulisan tangan yang ditemukan pihak berwenang, sepertinya dimulai ketika dia merasa tidak diperlakukan dengan baik selama tinggal di Taiwan.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Beijing bersikeras mengklaim Pulau Formosa (Taiwan) merupakan bagian dari wilayahnya, sementara sebagian besar masyarakat pulau itu ingin melepaskan diri dari China. Sejak itu pula muncul ketidaksukaan di kalangan orang China terhadap orang Taiwan dan sebaliknya.

Seorang bekas tetangga, Balmore Orellana, mengatakan kehidupan Chou hancur setelah istrinya meninggalkannya. Chou dulunya orang yang menyenangkan, yang pernah memiliki sebuah bangunan apartemen di Las Vegas tempatnya tinggal sampai bulan Februari, lapor Associated Press.

Catatan menunjukkan empat unit properti itu dijual Oktober lalu dengan harga sedikit lebih dari $500.000. Orellana mengatakan istri Chou  menggunakan uang hasil penjualan itu untuk pindah ke Taiwan.

Sebelum Orellana pindah ke apartemen itu lima tahun silam, Chou telah mengalami cedera kepala dan cedera serius lainnya akibat serangan oleh penyewa. Baru-baru ini kesehatan mentalnya menurun, dan musim panas lalu sebuah peluru menembus masuk apartemen Orellana setelah sebuah pistol ditembakkan dari dalam apartemen Chou. Beruntung tidak ada yang terluka dalam peristiwa itu, kata Orellana.

Laguna Woods, di mana aksi penembakan massal itu terjadi, dibangun pertama kali sebagai perkampungan manula, yang kemudian berkembang menjadi sebuah kota. Lebih dari 80% kota berpenduduk 18.000 jiwa itu berusia setidaknya 65 tahun.

Penembakan itu terjadi di daerah di mana terdapat sejumlah rumah ibadah, termasuk gereja Katolik, Lutheran dan Metodis serta sinagoga Yahudi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi penembakanAmerika SerikatcaliforniachinagerejaOrange CountyTaiwan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kelompok sesat pasuruan Muncul Kelompok Sesat di Pasuruan, Akan Diproses Hukum Jika Tak Bertaubat
Tulisan selanjutnya Kelompok Sesat di Pasuruan Tak Percaya Hadits, Ketua MUI Beri Komentar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?