Hidayatullah.com—Dalam upaya sinis untuk menenangkan penduduk Mesir tentang kenaikan harga baru-baru ini, Presiden Abdul Fattah Al-Sisi telah menyarankan agar orang Mesir makan daun dari pohon seperti yang dilakukan Nabi Muhammad, katanya.
“Sisi mengatakan bahwa dia tidak khawatir bahwa seseorang akan mengatakan bahwa satu kilo okra berharga 100 pound Mesir karena orang Mesir sadar bahwa” para sahabat Nabi [saw] terjebak dengan Rasulullah di pinggiran Mekah selama 3 tahun sampai mereka makan daun. Mereka tidak meminta makanan kepada Rasul atau bumi meledak (kekayaan) dari bawah mereka,” ujarnya dikutip laman Al-Jazeera mengutip pernyataan Al-Sisi.
Okra atau popular dengan nama abelmoschus esculentus, dikenal sebagai “lady finger, sebuah tanaman yang masih satu keluarga dengan kembang sepatu dan kapas. Tanaman yang mengandung banyak vitamin C ini ditemukan di wilayah Afrika, Timur Tengah, dan Asia.
Tweet tersebut mengacu kasus pengepungan kaum Quraisy terhadap kaum Muslim, yang berakhir dengan kematian istri pertama Nabi Muhammad Siti Khadijah dan berakibat kehilangan semua harta kekayaan. Tahun meninggalnya Ummul Mukminin ini dikenal sebagai Tahun Dukacita (Aamul Huzni) dan merupakan tahun terburuk dalam hidup Nabi Muhammad.
Al-Sisi melanjutkan dengan mengatakan bahwa selama ini umat Islam tidak pernah mengeluh. Ia menyarankan bahwa orang Mesir harus bersabar dan tidak menuntut solusi segera.
Pada bulan Maret Mesir beralih ke IMF untuk ketiga kalinya dalam enam tahun untuk mengajukan pinjaman ketika negara itu bergulat dengan korupsi, pandemi virus corona global dan sekarang menghadapi perang Rusia di Ukraina.
Analis telah memperkirakan bahwa kenaikan lebih lanjut dalam harga bahan bakar dan makanan mungkin terjadi akan memicu kerusuhan sipil di Mesir di mana sepertiga dari populasi hidup di bawah garis kemiskinan.
Al-Sisi telah membuat serangkaian komentar sinis selama bertahun-tahun yang menurut para pengkritiknya dianggap bentuk pengalihan tanggung jawab atas kesalahan penanganan ekonomi. Ia juga dianggap menghabiskan uang untuk proyek-proyek skala besar seperti ibu kota baru, alih-alih membangun kesejahteraan untuk rakyatnya.
Pada tahun 2017 Al-Sisi mendapat ejekan secara online karena meminta warga untuk menyumbangkan uang receh mereka untuk proyek-proyek amal. Dia juga meminta orang Mesir untuk menurunkan berat badan untuk menghemat uang setelah harga buah dan sayuran meroket setelah reformasi ekonomi pemerintah memangkas subsidi makanan.
Seorang anggota Dinas Keamanan Mesir Mohamed Mansour mengatakan adalah hal “tidak sopan” untuk mengeluh tentang kenaikan harga dan kekurangan makanan dan meminta rakyat Mesir untuk “mengorbankan makan malam mereka” demi negara.
Pada tahun 2019 presiden Al-Sisi meminta rakyat Mesir untuk bekerja 12 jam sehari untuk meningkatkan output ekonomi.*