Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tampil di Doha International Interfaith Conference, Din: Ujaran Kebencian Bertentangan dengan Semua Agama

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Mei 2022 23:11 11:11 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Mei 2022 23:10
Bagikan
islam rusia
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah tampil di konferensi internasional di Kazan, Russia,  Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin kembali menghadiri Doha International Interfaith Conference, 24-25 Mei 2022, di Qatar. Ketua Umum MUI tampil membawakan paparan tentang ujaran kebencian yang mewabah menjadi sampah peradaban di berbagai belahan dunia.

Even antaragama tersebut berlangsung setiap tahun sejak 2010, hanya sempat terhenti dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19, dan kini digelar kembali. Hadir pada konperensi kali ini 500 tokoh berbagai agama, akademisi, dan pencipta perdamaian dunia, dari berbagai negara dunia.

Pada pertemuan ke-12 tahun ini, pembahasan utamanya bertemakan Religion and Hate Speech: Scripture and Practices (Agama dan Ujaran Kebencian: Kitab Suci dan Praktek). Isu ujaran kebencian diangkat karena telah menjadi masalah global yang menciptakan ketegangan bahkan konflik baik antaragama maupun antarbangsa.

Din Syamsuddin tampil pada sesi tentang faktor dan akibat ujaran kebencian. “Ujaran kebencian bertentangan dengan ajaran agama mana pun. Misalnya dalam Islam, “ kata mantan Ketuan Dewan Pertimbangan MUI ini.

“Seorang Muslim dianjurkan untuk hanya mengatakan ucapan yang baik, atau lebih baik diam, “tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurutnya, ujaran kebencian kini memenuhi jagad manusia, baik dalam bentuk fobia terhadap sesuatu agama. Misalnya kejadian Islamofobia, atau dalam bentuk labelisasi terhadap sesuatu kelompok.

Ujaran kebencian, tegasnya, merupakan sumber malapetaka peradaban. “Para pelakunya tak lagi hanyalah kaum perusak,” tegasnya.

Ujaran kebencian, menurut Guru Besar FISIP UIN Jakarta ini, sesunggguhnya lahir dari rasa ketakutan atau inferioritas terhadap kelompok lain. “Maka, sejatinya ujaran kebencian, apapun bentuknya, merupakan sikap irrasional yang hanya dilakukan oleh orang-orang pengecut yang tidak bertanggung jawab.”

Din mengajak, sudah waktunya umat manusia yang cinta kebenaran dan kedamaian untuk bangkit bersama melawan kelompok pengecut ini. Segala upaya harus digerakkan untuk menghadapi kaum penakut yang bahkan sampai tingkat paranoid ini.

Menurut Din, termasuk di dalam kelompok ini para buzzer, baik yang bekerja karena kebodohan maupun yang menjadikannya sebagai mata pencaharian. Terhadap mereka, kata Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita ini, cukup disambut dengan tertawa sambil didoakan utk mendapat hidayah Ilahi.

“Sementara itu, terhadap mereka yang sudah keterlaluan memang pantas diadukan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum,” pungkasnya. Sebab, hanya cara ini solusi yang bisa diharapkan dapat mengatasi mereka, tambahnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Din SyamsuddinDohaujaran kebencian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perang Pemikiran
Tulisan selanjutnya Iraq Loloskan Undang-undang Melarang Hubungan dengan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?