Hidayatullah.com—Ulama terkemuka India Maulana Jalaluddin Umri meninggal pada usia 88 tahun di New Delhi pada Jumat malam. Maulana Umri, demikian kerap disapa, adalah mantan kepala Jamaat-e-Islami Hind, sebuah organisasi sosial-keagamaan, dan Wakil Presiden Dewan Hukum Personal Muslim Seluruh India (AIMPLB), sebuah pertemuan intelektual dan organisasi.
Sepanjang hidupnya, almarhum adalah seorang orator terkenal dan penulis dua puluh buku. Tulisan-tulisan Jalaluddin dinilai sangat berpengaruh dalam berbagai mata pelajaran. AIMPLB mengingatnya sebagai ‘pemikir brilian dan sarjana Islam visioner.’
Presiden Jamiat Ulama-i-Hind Maulana Mahmood Asad Madani mengingatnya sebagai seseorang yang berperan sebagai suara Muslim India sementara cendekiawan Zafarul Islam Khan menyebutnya sebagai ‘pilar komunitas’.
Jalaluddin lahir pada tahun 1935 di sebuah desa bernama Puttagram di distrik Arcot Utara Tamil Nadu. Dia meninggal karena pneumonia saat dirawat di rumah sakit.
Maulana Umri adalah presiden Jamaat e Islami Hind selama tiga periode berturut-turut (2007-19). Maulana Umri lahir tahun 1935 di sebuah desa bernama Puttagram, Distrik Arcot Utara, Tamil Nadu, India Britania.
Ia adalah lulusan Jamia Darussalam, Oomerabad, Tamil Nadu. Maulana Umri menerima gelar master dalam Studi Islam dari Jamia Darussalam dan mendapatkan gelar sarjana dalam sastra Inggris dari Aligarh Muslim University.
Maulana Umri memulai pergaulannya dengan Jamaat-e-Islami Hind selama tahun-tahun mahasiswanya. Setelah menyelesaikan studinya, ia mendedikasikan dirinya untuk departemen penelitiannya.
Ia resmi menjadi anggotanya pada tahun 1956. Ia menjabat sebagai Amir Jemaat Aligarh kota selama satu dekade, dan editor bulanan Zindagi-e-Nau selama lima tahun.
Kemudian, Jemaat memilihnya menjadi wakil Amir di seluruh India, yang ia jabat selama empat periode berturut-turut (enam belas tahun). Pada tahun 2007, Dewan Perwakilan Rakyat Jemaat memilihnya sebagai Amir (Kepala). Dia kembali terpilih sebagai Amir Jama’at.
Maulana Jalaluddin Umri secara luas dianggap kalangan Islam India, sebagai otoritas bidang hak asasi manusia dan sistem keluarga Muslim.Ia telah menulis lebih dari dua lusin buku yang diterjemahkan ke berbagai Bahasa.
Di antara buku-buku karyanya adalah; Ma’ruf wal Munkar, Islam ki Dawat, Musalman Aurat ke Huquuq aur Un par aeterazaat ka Jaiza (Hak Wanita Muslim – Kritik Terhadap Keberatan), SeHat-o-marz aur Islam ki Taleemat, Islam meN khidmat-e-khalq ka Tasawwur (Pelayanan Sosial dalam Islam), Inabat Ilallah, Sabeele Rab, Islam Aur Manav Adhikkar, Keadaan Masyarakat dan Bangsa dan Tanggung Jawab Kita.*