Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mikhail Gorbachev Presiden Terakhir Uni Soviet yang Mengakhiri Perang Dingin Meninggal Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2022 08:56 8:56 am
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Agustus 2022 08:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Mikhail Gorbachev, yang mengakhiri Perang Dingin tanpa pertumpahan darah tetapi gagal mencegah runtuhnya Uni Soviet, meninggal dunia pada hari Selasa (30/8/2022) dalam usia 91 tahun, kata kantor-kantor berita Rusia mengutip pejabat rumah sakit, lansir Reuters.

Gorbachev, presiden Soviet terakhir, menjalin kesepakatan pengurangan senjata dengan Amerika Serikat dan kemitraan dengan negara-negara Barat untuk menghapus Tirai Besi yang telah membelah Eropa sejak Perang Dunia Kedua dan mewujudkan reunifikasi Jerman.

Ketika aksi protes pro-demokrasi melanda negara-negara blok Soviet yang komunis di Eropa Timur pada tahun 1989, Gorbachev menahan diri untuk tidak menggunakan kekuatan militer. Sikapnya itu berbeda dengan para pemimpin Kremlin sebelumnya yang mengirim tank-tank untuk memberantas kelompok-kelompok yang berseberangan dengan penguasa, seperti yang terjadi di Hungaria pada tahun 1956 dan Cekoslowakia pada tahun 1968.

Aksi-aksi protes tersebut membakar aspirasi otonomi di 15 republik yang tergabung dalam Uni Soviet, yang selama kurun dua tahun kemudian satu persatu melepaskan diri dengan cara yang kacau disertai kokangan senjata.

Gorbachev berusaha keras menyatukan republik-republik itu tetap berada di bawah satu payung Uni Soviet, tetapi gagal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menjadi sekretaris jenderal Partai Komunis Soviet pada 1985 di usia 54 tahun, dia merevitalisasi sistem dengan memberlakukan pembatasan kebebasan politik dan ekonomi. Namun, reformasi yang digagasnya itu berputar di luar kendali.

Kebijakannya ‘glasnost’ – kebebasan berbicara – memperbolehkan orang untuk mengkritik partai dan pemerintah. Kebijakannya itu membuat kaum nasionalis yang berani untuk mendesak republik-republik di kawasan Baltik – Latvia, Lithuania, Estonia – dan lainnya melepaskan diri dari Uni Soviet.

Banyak orang Rusia tidak memaafkan Gorbachev atas kekacauan yang diakibatkan oleh kebijakannya itu, terlebih karena kehidupan masyarakat yang semula aman, damai dan sejahtera menjadi kacau, banyak konflik dan harga-harga kebutuhan hidup melonjak.

Setelah mengunjungi Gorbachev di rumah sakit pada 30 Juni, ekonom liberal Ruslan Grinberg mengatakan kepada outlet berita angkatan bersenjata Zvezda, “Dia memberi kita semua kebebasan – tetapi kita tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan itu.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KremlinMikhail GorbachevUni Soviet
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tolong! Sepertiga Pakistan Terendam Banjir
Tulisan selanjutnya Anak-anak Penghafal Qur’an Ini Bikin Bangga di Milad ke-8 GI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?