Hidayatullah.com— Penyanyi, dan produser musik asal Swedia Maher Mustafa Zain atau dikenal Maher Zain dipilih Singapore Tourism Board (STD) untuk menarik wisatawan dari luar negeri datang ke Singapura. Penyanyi kelahiran Lebanon tersebut akan mempromosikan Singapura sebagai destinasi halal-friendly bagi wisatawan.
“Singapura panas dan lembab tapi saya beruntung, beberapa hari ini cuacanya sangat bagus dan hanya satu hari saya merasa sangat panas,” kata Maher Zain di hari terakhirnya di Singapura pekan lalu. “Saya hanya ingin menyesuaikan dengan cuaca dan jet lag, saatnya pulang,” tambahnya.
Baru-baru ini, dia diundang STD dan dibawa ke tempat-tempat menarik di sekitar Singapura. Selain mencoba berbagai jenis makanan di sini.
“Saya bisa mencoba berbagai makanan di sini, saya tidak ingat namanya, tapi yang paling saya suka adalah rendang, laksa, dan sate,” katanya.
Maher mengatakan, dia suka makanan pedas dan suka mencoba makanan baru. Selain itu, ia juga bisa bermain air bersama lumba-lumba di Sentosa dan naik kapal pesiar selama syuting di sini.
“Saya juga bisa naik vespa dan patroli keliling Singapura,” ujarnya mengenang kegiatan paling menyenangkan di sini.
Maher yang menguasai tiga bahasa, yakni Arab, Inggris, dan Swedia, telah merekam lagu-lagunya dalam tujuh bahasa, termasuk bahasa Melayu. Meski sudah lama tidak ke daerah ini, dia masih ingat beberapa kata Melayu yang pernah dipelajarinya seperti “Selamat Datang” dan “Terima Kasih”.
“Tahun 2020 seperti tidak ada buat saya,” kata Maher tentang saat pandemi Covid-19 melanda dunia dan berimbas pada dunia hiburan.
Ramadhan lalu, Maher merilis tiga ‘single’ baru berjudul No One But You dalam bahasa Inggris, dan Rahmatun Lil’Alameen dalam bahasa Arab. Lagu ketiga, Eid Mubarak, juga dalam bahasa Inggris, lebih upbeat dan memiliki unsur reggae, dirilis bersamaan dengan perayaan Syawal dan didistribusikan oleh penerbitnya, Awakening Music.
“Pasar sekarang lebih cenderung merilis ‘single’ daripada ‘album'”, jelas Maher tentang perubahan industri musik global. “Dulu, orang akan membeli CD dan ketika dicolokkan ke mobil, semua lagu akan dinikmati sepenuhnya.”
Maher mengakui lebih sulit bagi seniman untuk masuk ke pasar sekarang daripada dulu. Meski 13 tahun telah berlalu sejak album pertamanya Thank You Allah, lagu-lagunya masih sering diputar, terutama lagu Barakallah yang menjadi lagu wajib di setiap pernikahan.
“Saya merasa terhormat lagu ini masih mendapat perhatian seperti itu. Itu niat saya untuk membuat lagu yang cocok untuk dimainkan di pesta pernikahan, jadi saya mengambil kutipan dari hadits dan memberikan melodi dan aransemen musiknya,” katanya.
Saat ini, Maher sedang sibuk mengerjakan album keempatnya dan merencanakan konser Tur Dunia, termasuk singgah di Singapura. “Saya tidak sabar untuk kembali ke Singapura untuk bertemu dengan para penggemar, dan mengadakan konser di sini tahun depan. Ini adalah rencana langsung saya,” Maher kepad Berita Harian.*