Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ebola Mewabah Uganda Lockdown Dua Distrik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2022 11:18 11:18 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Oktober 2022 11:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak berwenang Uganda, Sabtu (15/10/2022), memberlakukan lockdown pembatasan perjalanan di dua distrik yang terjangkit Ebola sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit menular tersebut.

Dilansir Associated Press, kebijakan yang diumumkan Presiden Yoweri Museveni melarang penduduk distrik Mubende dan Kassanda bebas keluar-masuk bepergian dengan kendaraan umum maupun pribadi. Kendaraan kargo dan lainnya yang transit dari itu ibukota Kampala ke Uganda barat daya masih diizinkan untuk beroperasi, katanya.

Semua tempat hiburan, termasuk bar, serta tempat ibadah diperintahkan ditutup, dan semua pemakaman di distrik itu harus diawasi oleh petugas kesehatan, katanya. Jam malam juga telah diberlakukan. Pembatasan akan berlangsung setidaknya 21 hari.

“Ini adalah kebijakan sementara untuk mengendalikan penyebaran Ebola,” kata Museveni.

Ebola telah menginfeksi 58 orang di negara Afrika Timur itu sejak 20 September, ketika pihak berwenang mengumumkan adanya wabah itu. Sedikitnya 19 orang tewas, termasuk empat petugas kesehatan. Pihak berwenang Uganda tidak segera mendeteksi wabah itu, yang mulai menginfeksi orang-orang di komunitas pertanian pada Agustus dan digambarkan sebagai “penyakit aneh” .

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kebijakan itu diambil di tengah kekhawatiran pasien di daerah wabah Ebola secara diam-diam mencoba mencari pengobatan di tempat lain – seperti yang terjadi pada seorang pria yang melarikan diri dari Mubende dan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Kampala awal bulan ini, sehingga membuat petugas kesehatan kerepotan.

Pihak berwenang Uganda sejauh ini mendokumentasikan lebih dari 1.100 kontak pasien Ebola yang diketahui, menurut Africa Centers for Disease Control and Prevention. Ebola varian Sudan, yang belum ada vaksin ampuhnya, mewabah di negara berpenduduk 45 juta orang itu.

Ebola, yang menyebabkan sebagian penderitanya mengalami demam berdarah, bisa jadi sulit dideteksi pada awalnya karena demam juga merupakan gejala dari penyakit malaria.

Ebola menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi. Gejalanya termasuk demam, muntah, diare, nyeri otot dan kadang-kadang pendarahan internal dan eksternal.

Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976 dalam dua wabah simultan di Sudan Selatan dan Kongo di sebuah desa dekat Sungai Ebola. Dari sanalah nama virus dan penyakit Ebola diambil.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EbolaUgandavirus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lawan Pendapat adalah Kawan Berpikir
Tulisan selanjutnya Perluas Sinergi, BMH-Yayasan Darul Dakwah Medan Luncurkan Rumah Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?