Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mercedes-Benz Banting Setir Keluar Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2022 21:02 9:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Oktober 2022 21:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Mercedes-Benz menjadi perusahaan Barat terakhir yang menarik diri keluar dari Rusia, menyusul invasi ke Ukraina pada bulan Februari.

Perusahaan otomotif asal Jerman itu menghentikan produksi di dan tidak lagi mengekspor mobilnya ke Rusia pada awal Maret.

Namun sekarang, dikatakan mereka akan menarik diri dari pasar Rusia dan menjual sahamnya di anak perusahaannya kepada investor lokal.

Perusahaan otomotif asal Jepang Nissan meninggalkan Rusia awal bulan ini, menyusul sejawat Toyota dan Renault.

Nissan mengalami kerugian $700 juta (£600 juta) ketika menyerahkan bisnisnya kepada badan usaha milik negara Rusia dengan biaya nominal, konon katanya kurang dari £1.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, CFO Harald Wilhelm mengatakan langkah mundur perusahaannya dari Rusia tidak akan menimbulkan dampak serius baru bagi Mercedes, lansir BBC Rabu (26/10/2022).

Perusahaan mobil lain termasuk Jaguar Land Rover, General Motors, Aston Martin dan Rolls-Royce, semua menghentikan pengiriman ke Rusia pada bulan-bulan awal perang.

Keputusan Mercedes untuk hengkang dari Rusia lebih lambat daripada perusahaan-perusahaan besar lain.

James Baggott, pemimpin redaksi situs berita industri Car Dealer Magazine, mengatakan pada masa sebelum invasi  Rusia merupakan pasar menguntungkan bagi produsen mobil mewah seperti Mercedes, yang produknya G Wagen off-roader dan S Class sangat populer di kalangan elit negeri beruang merah itu.

“Mungkin Mercedes mengharapkan perang akan cepat usai, dan sekarang tampaknya hal itu tidak mungkin. Perusahaan akhirnya mengambil keputusan yang telah lama tertunda untuk keluar dari negara itu untuk selamanya.”

Association of European Businesses (AEB) mengatakan 9.558 kendaraan Mercedes dijual di Rusia dari Januari hingga September, turun 72,8% dari tahun sebelumnya.

Natalia Koroleva, CEO Mercedes-Benz di Russia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memenuhi kewajiban kepada klien Rusia dan tidak melakukan atau meminimalisir pemutusan hubungan kerja di Rusia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JermanMercedesMercedes-BenzrusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setengah Abad Tak Bersihkan Badan Pria Berusia 94 Tahun Meninggal Setelah Mandi
Tulisan selanjutnya Somalia Eksekusi Dua Anggota ISIS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?