Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sheikh Al-Azhar: “Malaysia Contoh Negara Islam”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2003 09:10 9:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2003 09:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sheikh Al-Azhar Dr. Mohammad Sayed At-Tantawi mengatakan, Malaysia merupakan contoh bagi negara Islam lain karena Malaysia mengamalkan ajaran Islam secara benar.

“Sudah tentu Malaysia merupakan sebagai contoh negara Islam. Lihat saja, pembangunannya yang amat pesat dan rakyatnya juga berpegang kepada ajaran yang benar dengan aman dan damai tanpa kerusuhan dan huru-hara.

“Ini adalah ciri-ciri negara Islam karena Islam adalah agama yang memajukan, bukannya memundurkan umatnya,” katanya pada pers selepas mengunjungi orang nomor satu di negara itu. Dr. Mahathir Muhamad, Kamis (10/7/2003) kemarin.

Dr. Tantawi yang ditemani Penasihat Agama Perdana Menteri, Tan Sri Abdul Hamid Othman berbincang mengenai berbagai soal yang berkaitan dengan umat Islam selama 50 menit dengan Mahathir.

Syed Tantawi mengatakan, negara Islam lain perlu mencontoh Malaysia dalam usaha memajukan umat Islam di negaranya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Syed Tantawi tiba di Malaysia untuk menghadiri persidangan tiga hari multaqa ulama sedunia yang diresmikan oleh Mahathir kemarin pagi.

“Saya setuju dengan pandangan Perdana Menteri bahwa umat Islam perlu bekerjasama di antara satu sama lain. Seperti sebuah bangunan yang saling mendukung satu sama lain.

“Ulama Islam juga perlu memberi penerangan yang betul kepada orang Islam dan rakyat mengenai apa saja urusan yang berkaitan dengan umat Islam,” katanya.

Tantawi berharap, multaqa kali ini dapat meningkatkan pemahaman terhadap Islam, agama suci yang diturun oleh Allah sebagai pembawa kebahagiaan manusia bukan kesusahan.

Dinar Emas

Mengenai rencana Mahathir yang akan memulai menggunakan dinar emas dalam urusan perdagangan internasional, Dr. Tantawi mengatakan, walaupun beliau kurang paham dalam hal ekonomi tetapi yakin Mahathir lebih tahu dan berpengalaman dalam perkara itu.

“Jadi saya yakin, pakar ekonomi telah mengkaji segala-galanya sebelum Perdana Menteri mengutarakan suatu usulan yang begitu besar kesannya dan tentu ia akan memberi faedah yang amat besar kepada umat dan negara Islam.

Malaysia adalah salah contoh negara Islam di Asia yang terus bergeliat dan berbenah. Meski kecil, melalui Mahathir, Malaysia dikenal sebagai negara yang tidak mudah tunduk pada Amerika Serikat (AS).

Meski begitu, di dalam negeri Mahathir masih dianggap sebagai pemimpin yang bertangan besi. Penggunaan undang-undang Internal Security Act (ISA) yang secara gampang menangkap kalangan aktifis dakwah adalah cara Mahathir memberangus kalangan Islam. Mantan Menteri Keuangan Anwar Ibrahim adalah salah satu korbannya. (bnm/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamzah Haz Minta Waspadai Mossad
Tulisan selanjutnya Mahathir: “Umat Islam Harus Kuasai Sains”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?