Hidayatullah.com– Meta Platforms Inc., pemilik Facebook, Instagram dan WhatsApp, hari Rabu (9/11/2022) mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 11.000 pekerjanya.
PHK massal sebanyak itu merupakan yang pertama dalam 18 tahun sejarah perusahaan, lansir DW.
Koran bisnis Amerika Serikat The Wall Street Journal sebelumnya sudah melaporkan perihal PHK oleh Meta tersebut awal pekan ini.
Perusahaan teknologi itu termasuk yang menikmati lonjakan harga saham selama pandemi Covid-19, antara lain karena banyak orang mengandalkan komputer dan ponsel mereka selama tidak bisa beraktivitas di luar rumah.
Namun, begitu orang kembali bebas beraktivitas normal seperti sebelum pandemi dan berbagai krisis bermunculan, Meta terdampak kelesuan ekonomi global.
“Tidak hanya perdagangan online yang kembali ke tren sebelumnya, tetapi penurunan ekonomi makro, meningkatnya persaingan, dan iklan menunjukkan penurunan, menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan,” kata CEO Meta Mark Zuckerberg dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada karyawan. “Saya salah dalam hal ini, dan saya bertanggung jawab atas hal itu.”
Hari Rabu saham Meta dijual sekitar $100, bandingkan dengan $300 setahun lalu. Harga saham naik sedikit setelah Zuckerberg mengumumkan pemangkasan karyawan.
Bulan Juli Meta membukukan penurunan pendapatan pertama dalam sejarahnya.
Zuckerberg mengatakan perusahaan perlu menjadi lebih hemat modal dan mengatakan akan mengalihkan fokusnya ke “area pertumbuhan prioritas tinggi” seperti mesin penemuan AI, iklan dan platform bisnis, serta proyek Metaverse.
Karyawan yang di-PHK akan diberikan pesangon 16 pekan gaji pokok dan hak-hak lainnya.
Meta juga mengatakan berencana tidak menerima karyawan baru sampai kuartal pertama tahun depan.
Zuckerberg dikenal sebagai salah satu pendiri media sosial Facebook, yang kemudian membeli dua pesaing beratnya Instagram dan WhatsApp. Perusahaan induk belum lama ini saja berubah menjadi Meta, setelah sebelumnya secara resmi terdaftar sebagai sebagai Facebook Inc kemudian The Facebook Inc.*