Hidayatullah.com– Asosiasi Sepakbola Denmark (DBU) hari Kamis (10/11/2022) mengatakan bahwa FIFA menolak permintaan Denmark untuk dapat mengenakan seragam latihan Piala Dunia 2022 bertuliskan “human rights for all” (hak asasi untuk semua).
DBU mengatakan pada tahun 2021 bahwa dua sponsor kit pelatihan mereka akan disisipkan dengan pesan-pesan kritis terhadap Qatar serta meminimalkan jumlah perjalanan ke negara itu untuk menghindari kegiatan komersial yang mempromosikan Qatar.
“Kami hari ini mendapat pesan dari FIFA bahwa kaus latihan yang digunakan para pemain kami untuk berlatih, di mana akan tertulis ‘hak asasi manusia untuk semua’ di bagian perut [kaus] telah ditolak karena alasan teknis, sangat disesalkan,” kepala eksekutif DBU Jakob Jensen kepada kantor berita Ritzau seperti dilansir Reuters.
FIFA menolak memberikan komentar. Aturannya menetapkan bahwa setiap peralatan tim tidak boleh memiliki slogan, pernyataan, atau gambar politik, agama atau pribadi. “Kami meyakini pesan ‘hak asasi manusia untuk semua’ bersifat universal dan bukan seruan politik, melainkan sesuatu yang dapat didukung oleh setiap orang,” kata Jensen.
FIFA bersurat kepada tim Piala Dunia bulan ini mendesak mereka untuk fokus pada sepakbola di Qatar dan tidak membiarkan olahraga terseret ke dalam isu-isu ideologis atau politik.
Hummel, pabrikan jersey tersebut, mengatakan pada bulan September bahwa mereka telah membuat detail jersey Piala Dunia Denmark dan merilis jersey hitam sebagai protes terhadap catatan hak asasi manusia Qatar menjelang turnamen.
Denmark akan menjalani laga pertama mereka di Piala Dunia melawan Tunisia di Grup D pada 22 November.*




