Hidayatullah.com– Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat, US Navy’s Fifth Fleet, hari Selasa (15/11/2022) mengatakan pihaknya telah mencegat sebuah kapal nelayan yang menyelundupkan bahan peledak “dalam jumlah besar” saat transit dari Iran di sebuah rute Teluk Oman yang biasa dilayari oleh kapal-kapal penyelundup senjata untuk kelompok pemberontak Syiah Houthi Yaman.
Pasukan AS menemukan lebih dari 70 ton ammonium perchlorate yang biasanya dipergunakan untuk membuat roket dan bahan peledak rudal serta bom, kata Fifth Fleet dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.
Pasukan koalisi yang memerangi pasukan Houthi di Yaman sejak 2015 berulang kali menuduh Iran memasok kelompok Syiah itu, tuduhan yang senantiasa dibantah Teheran.
“Ini adalah bahan peledak dalam jumlah besar, cukup untuk mengisi lebih dari selusin rudal balistik jarak menengah tergantung ukurannya,” kata Laksamana Madya Brad Cooper, pimpinan US Naval Forces Central Command, US 5th Fleet and Combined Maritime Forces.
Kapal nelayan yang dicegat memiliki empat warga Yaman di antaranya krunya. Kapal itu juga membawa 100 ton pupuk urea, pupuk tanaman yang juga dapat dipakai untuk membuat bom, kata Fifth Fleet.
AL Amerika Serikat menenggelamkan kapal tersebut pada hari Ahad (13/11/2022) di Teluk Oman, karena dianggap membahayakan navigasi kapal-kapal komersial. Kru kapal yang ditangkap diserahkan ke aparat penjaga pantai Yaman, imbuhnya.
Desember 2021, Fifth Fleet menyita sebuah kargo berisi senjata serbu dan amunisi dari sebuah kapal nelayan yang diyakini berasal dari Iran untuk memasok persenjataan Houthi.*