Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kalah Pemilu Mahathir Mohamad akan Fokus Menulis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 November 2022 21:35 9:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 November 2022 21:35
Bagikan
PM Malaysia dan istrinya Siti Hasmah, yang mengenakan seperangkat perhiasan dari mutiara.
Bagikan

Hidayatullah.com– Bekas perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad, salah satu politisi di dunia yang paling lama yang memegang jabatan publik, hari Rabu (23/11/2022), mengatakan akan fokus untuk menulis setelah kalah dalam pemilihan umum tahun ini.

Pemilu yang digelar hari Sabtu kemarin merupakan kekalahan pertama Mahathir kurun 50 tahun kiprahnya dalam politik.

Politisi berusia 97 tahun itu berada di urutan keempat dalam pertarungan lima arah untuk daerah pemilihan yang telah lama dipegangnya di pulau resor Langkawi dalam pemilihan umum akhir pekan lalu.

Memberikan komentar untuk pertama kali sejak pemilu, Mahathir mengaku menerima kekalahannya tetapi tidak mengatakan apakah dia akan berhenti dari politik.

Untuk saat ini, dia mengatakan akan menulis tentang sejarah negara Malaysia, lapor AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Banyak peristiwa yang terjadi di negara ini yang belum terekam, termasuk yang terjadi selama kekuasaan Inggris,” tulis Mahathir di laman Facebook-nya.

Selama tahun pertamanya berkuasa pada tahun 1981, Mahathir membatasi masuknya impor dari dan kontrak dengan Inggris dalam kebijakan yang dikenal sebagai “Buy British Last” sebagai pernyataan tegas akan penentangnya terhadap penjajahan Inggris.

Namun, ketika Ratu Elizabeth II meninggal dunia belum lama ini, Mahathir memujinya sebagai “contoh bagus dari sebuah monarki konstitusional”.

Dia memegang Rekor Dunia Guinness sebagai “perdana menteri tertua di dunia saat ini” ketika terpilih kembali menjadi perdana menteri pada tahun 2018 hanya dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-93.

Selama menjabat perdana menteri dari tahun 1981 hingga 2003, dia dikritik karena memerintah Malaysia dengan tangan besi. Namun, dia juga dipuji karena mengubah Malaysia dari daerah terpencil yang senyap menjadi salah satu pengekspor barang-barang teknologi tinggi terbesar di dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Mahathir MohamadMalaysiapemilu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MA Inggris Tolak Referendum Kemerdekaan Skotlandia
Tulisan selanjutnya afghanistan negara bebas Hukuman Cambuk Mulai Diterapkan Taliban di Afghanistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Berita
11 Oktober 2026 20:48
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?