Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

MA Inggris Tolak Referendum Kemerdekaan Skotlandia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 November 2022 21:09 9:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 November 2022 21:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Mahkamah Agung hari Rabu (23/11/2022) memutuskan bahwa Skotlandia tidak memiliki kekuasaan untuk menggelar referendum baru kemerdekaan tanpa persetujuan dari pemerintah Inggris Raya  

Kepala MA Robert Reed mengatakan lima hakim agung sepakat bulat dalam memberikan keputusan itu, lapor Associated Press.

Pemerintahan semi-otonom Skotlandia ingin menggelar referendum pada bulan Oktober 2023 dengan pertanyaan “Haruskah Skotlandia menjadi sebuah negara independen?” 

Pemerintah pusat di London – yang saat ini dikuasai Partai Konservatif – menolak menyetujui referendum itu dengan alasan pertanyaan yang sama pernah diajukan dalam referendum tahun 2014 dan hasilnya jelas 55 persen rakyat Skotlandia menolak dan 45 mendukung pemisahan Skotlandia dari Inggris Raya.

Menteri Pertama Nicola Sturgeon berargumen bahwa sebagai kepala pemerintahan Skotlandia dirinya memiliki mandat dari rakyat Skotlandia untuk menggelar referendum baru, karena saat ini anggota parlemen setempat mayoritas mendukung independensi Skotlandia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sturgeon telah mengatakan bahwa jika pemerintahnya kalah berperkara di pengadilan, dia akan menjadikan pemilu nasional Inggris berikutnya sebagai plebisit de-facto untuk mengakhiri persatuan Skotlandia yang telah berusia tiga abad dengan Inggris. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana rencana itu akan dilaksanakan.

Kerajaan England (yang menganeksasi Wales pada 1542) membuat Treaty of Union dengan Kerajaan Skotlandia untuk membentuk satu negara bernama United Kingdom of Great Britain. Tahun 1801 Kerajaan Irlandia bergabung dengan traktat persatuan itu, dan membentuk negara dengan nama resmi United Kingdom of Great Britain and Ireland. Namun, pada 1922 sebagian wilayah Irlandia memutuskan untuk memisahkan diri dan tersisa hanya bagian utara yang masih bergabung dengan Inggris Raya. Pada 1927 nama negara kemudian diubah menjadi United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland sampai sekarang.

Wacana Skotlandia untuk memisahkan diri dari Inggris Raya menguat sejak pemerintah di London membahas tentang rencana keluar dari Uni Eropa (Brexit). Pemerintah Skotlandia ingin negerinya tetap bergabung dengan persekutuan Uni Eropa, yang dinilai akan memberikan keuntungan ekonomi lebih besar dibanding jika tidak bergabung dengan blok kerja sama Eropa itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:independeninggrisreferendumskotlandia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Misi Pasukan Perdamaian PBB di Mali Terancam Buyar
Tulisan selanjutnya Kalah Pemilu Mahathir Mohamad akan Fokus Menulis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?