Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Islamofobia di Belanda, Lebih Luas dari Perkiraan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Januari 2012 07:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari seratus insiden di masjid-masjid di Belanda terjadi antara tahun 2005 dan 2010. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding di negara-negara lain. Para pelaku biasanya bebas. Kaum muslim sendiri jarang mengajukan gugatan. Demikian tertera dalam buku baru mengenai islamofobia dan diskriminasi di Belanda.

Selama periode tahun sembilan puluhan, Belanda sangat toleran terhadap agama lain, demikian guru besar kehormatan dari Universitas Amsterdam, Frank Bovenkerk.

“Sampai tiba-tiba angket menunjukkan adanya perkembangan perlawanan yang besar terhadap islam. Para peneliti berpendapat: tidak mungkin, begitu melenceng dari masa lalu. Tapi kenyataan memang demikian,” demikian Frank Bovenkerk dikutip RNW, Kamis (13/01/2012).

Kemudian berlangsunglah serangan 11 September 2001 dan pembunuhan terhadap sineas Theo van Gogh tahun 2004. Politik Belanda semakin memantik kebencian terhadap Islam.

”Ketika wakil Perdana Menteri Gerrit Zalm mengatakan sesudah pembunuhan Theo Van Gogh: ‘Kita dalam perang’,” kata Bovenkerk

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di sisi lain, menurut Bovenkerk, politisi seperti Pim Fortuyn dan Geert Wilders dinilai ikut menciptakan rasa kebencian terhadap Islam di Belanda.

Insiden kebencian

Ineke van der Valk melakukan penelitian terhadap ”Islamofobia dan diskriminasi,” seperti judul buku yang baru saja dipublikasikan. Ia mencatat sebanyak 117 insiden di masjid-masjid di Belanda antara tahun 2005 dan 2010. Jumlah insiden di Amerika Serikat selama periode yang sama tercatat 42.

Antara lain pembakaran, grafiti, pengrusakan dan lain-lainnya.
“Surat berisi serbuk, ancaman lewat tilpon ataupun aksi-aksi seperti menggantung domba mati di tembok masjid, dengan disertai tulisan ‘No Masjid!’. Atau kepala babi. Atau melumuri tembok masjid dengan darah domba atau babi, yang bagi orang muslim dipandang sebagai provokasi dan penghinaan.”

Insiden-insiden seperti ini banyak terjadi di kota-kota kecil. Di kota-kota besar, penerimaan terhadap kaum pendatang lebih baik karena mereka sudah tinggal lebih lama di sana, demikian pendapat sang peneliti.

Sayangnya,  tidak semua insiden dilaporkan. Terkadang atas nasehat polisi, atau karena pimpinan masjid sendiri takut akan terjadinya pengulangan. Tapi juga sedikit banyak karena sikap tidak peduli, demikian dikatakan Aissa Zanzen dari Organisasi Masjid Maroko di Amsterdam dan sekitarnya.

“Orang berpendapat: hal itu toh akan terjadi. Masyarakat semakin mengeras, situasinya seperti itu, dan tiap kali anda mendengar di media bahwa muslim menjadi kambing hitam untuk semuanya. Di samping itu orang juga berpendapat: polisi toh tidak akan melakukan apa-apa, dan menyampaikan gugatan akan makan waktu saja. Faktor lainnya adalah penguasaan bahasa yang bisa menjadi penghalang.”

Menariknya, 99 dari 117 kasus dikriminasi kepada kaum Muslim pelakunya tidaklah diketahui.
“Ini membuat orang berpikir’’, kata Van der Valk.
‘‘Sudah saatnya pihak kehakiman dan polisi bertindak lebih tegas dalam hal ini.”

Kebencian terhadap Muslim tak terbatas di situ. Masih ada lagi Islamofobia di internet.
Ronald Eissens dari Pusat Pelaporan Diskriminasi Internet mengatakan, tahun 2011 dilaporkan ada 290 kasus kebencian.

”Pada tahun 2011 terdapat 290 laporan mengenai pernyataan islamofobia, dan hampir seperlima dari seluruh laporan berkaitan dengan diskriminasi.”
Bahkan diskriminasi dalam internet berbahasa Belanda semakin menjadi ‘mainstream’, tambah Eissens. ”Dari tempat yang remang-remang dan gelap ke tempat-tempat yang semakin terang yaitu ke forum-forum situs web populer yang banyak dibaca orang.”

Karenanya, Ineke van der Valk menyarankan menangani masalah social ini. Di samping itu keterbukaan masyarakat harus ditekankan dan nilai-nilai pluralisme harus dijunjung tinggi. Norwegia dinilai bagus dalam menyikapi situasi sesudah serangan Anders Breivik, kata Ineke van der Valk.

“Kalangan politisi Belanda bisa belajar dari Norwegia. Karena di sini, mereka cenderung memalingkan muka dan berharap islamofobia akan berlalu dengan sendirinya. Kita harus lebih banyak memunculkan cerita-cerita kita sendiri dan berdiri kokoh mempertahankan nilai-nilai yang kita anggap penting bagi demokrasi dan negara hukum.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ABI: Praktek Mut’ah di Iran Susah Ditemui
Tulisan selanjutnya Zionis Mengebor Minyak di Tepi Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?