Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Zionis Mengebor Minyak di Tepi Barat

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 13 Januari 2012 07:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Otoritas Palestina hari Kamis (12/01/2012) mengatakan, Zionis Israel membuat sumur minyak dan gas baru di Tepi Barat, lasir Arab News.

Jamil Al Mutawir, wakil ketua Otoritas Kualitas Lingkungan, mengatakan bahwa Zionis Israel secara sepihak memulai kegiatan eksplorasi sumur gas dan minyak di dekat desa Rantis, sebelah barat Ramallah.

Al Mutawir menambahkan, Zionis meningkatkan jumlah pasukannya di daerah itu, mencegah warga desa pergi ke lahan kebun dan pertanian mereka, serta melakukan eksplorasi secara diam-diam.

Al Mutawir mengatakan, sumur tersebut merupakan bagian dari ladang minyak Meged yang terletak di sepanjang tembok pembatas yang memisahkan wilayah di bawah kendali Zionis Israel dengan Tepi Barat.

Ia menambahkan, 80 persen dari ladang sumur Meged, yang panjangnya 10 km dan lebar 20 km itu, merupakan lahan milik warga Palestina.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Zionis Israel mulai membangun dinding pembatas semen setinggi 8 meter di Tepi Barat sejak tahun 2002, dengan dalih menghalangi warga Palestina menyusup ke wilayah kekuasaan Israel.

Givot Olam Oil Ltd memulai aktivitas eksplorasi di ladang Meged sejak tahun 2004, tanpa berkonsultasi atau berkoordinasi dengan Otoritas Palestina.

Al Mutawir memperkirakan ladang itu menyimpan 1,5 milyar barel minyak dan sekitar 1,82 milyar meter kubik gas alam.

Eksplorasi yang dilakukan Zionis Israel tersebut melanggar Perjanjian Damai Oslo yang ditandatangani Israel dengan PLO di tahun 1993. Dalam perjanjian tersebut dikatakan bahwa pekerjaan eksplorasi kekayaan alam apapun harus dilakukan dengan koordinasi antara kedua pihak.

“Otoritas Palestina akan mengambil langkah mendesak, yang kemungkinan termasuk menuntut Israel di pengadilan internasional,” kata pejabat Palestina itu.

Givot Olam mengatakan menemukan ladang minyak itu pada tahun 2004. Mereka mampu memproduksi minyak 1.000 barel perhari dan dijadwalkan akan meningkatkan produksinya pada tahun 2012.

Sementara itu Uni Eropa telah memutuskan mengambil sejumlah langkah yang mungkin akan mengurangi kendali Israel atas Area C, tulis koran Yediot Ahronot. Uni Eropa akan mendukung pembangunan jalan, infrastruktur, gedung pemerintah, pendidikan, dan kesehatan di Area C, guna memberikan bantuan kepada rakyat Palestina dalam mempertahankan eksistensinya di wilayah tersebut.

Berdasarkan Perjanjian Oslo, Area A berada dibawah kendali administrasi dan kemanan Palestina, Area B berada di bawah adminsitrasi Palestina namun keamanan dipegang Israel, dan Area C berada sepenuhnya ditangan Zionis.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepalestinaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islamofobia di Belanda, Lebih Luas dari Perkiraan
Tulisan selanjutnya Tawakkal, Bekal Hadapi Cobaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?