Hidayatullah.com–Banyak cara Mahasiswa Al-Azhar asal Indonesia menghabiskan masa liburan musim panas, diantaranya adalah “berburu” sanad Al-Qur’an. Masa ujian berankhir menjelang datangnya bulan suci Romadhon, mereka yang kebanyakan berdomisili di jantung Ibu Kota Mesir, Kairo itu berpencar ke daerah-daerah seperti Helwan, Samannud, dan Manufiyah, “berburu” sanad Al-Qur’an dari Ulama-Ulama Qiro’ah di sana, menghabiskan satu bulan penuh romadhon bersama Al-Qur’an jauh dari hiruk-pikuk ibu kota.
Sebut saja Ainun Ishak, Mahasiswi Al-Azhar jurusan Ushuludin tingkat satu itu berencana menghabiskan masa liburannya bersama kawan-kawannya dari sejumlah mahasisiwi, selama dua bulan penuh di daerah Hilwan, unutk berguru kepada Syeikh Dr. Ahmad Kholil. Helwan sendiri merupakan pedesaan yang berjarak satu setengah jam dari kota kairo. “Mau ikut program hafidz dan hafidzah di sana, (masanya-rep) dua bulan dimulai dari sebelum bulan Ramadhan,” terang putri asli Sumatra Utara itu.
Walaupun harus mengikuti kegiatan tafhidz -hafalan Al-Qur’an- setiap hari dari pukul tujuh pagi sampai dengan tujuh malam selama bulan Suci, Ainun mengaku tidak merasa keberatan, baginya itu semua adalah tantangan untuk meraih kemuliaan mendapat kemuliaan penghafal Al-Qur’an yang Allah janjikan,”Ya, namanya juga perjuangan, ana cuman mau memberikan Mahkota untuk orang tua di akherat kelak,” jelasnya kepada Hidayatullah.com sepulangnya dari mengikuti Tes ujian masuk.
“Apalagi kan ana pernah dengar hadis, katanya Penghafal Al-Qur’an itu bisa memberikan syafa’at buat keluarganya. Ana ingin!” Tambahnya.
Sedangkan Muhammad Hafif Handoyo, Mahasiswa kuliah Ushuludin tingkat dua ini mengaku memilih menghabiskan waktu liburan ini untuk menghafal Al-Qur’an karena Al-Qur’an adalah sumber ilmu, “Al-Qur’an kan sumber ilmu. Ana sendiri insya’allah mau masuk Jurusan Tafsir, masak Jurusan Tafsir tapi tidak hafal Al-Qur’an? Itu sangat ironis!” Bersama kawan-kawannya, Afif, hendak menghabiskan waktu liburannya tiga bulan di Ma’had Tahfidz Arobul Qur’an, di daerah Manufiyah. “Di sana asrama, makan, gratis!” Tambahnya.