Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, Sabtu (21/07/2012), menghimbau pihak oposisi Suriah untuk segera membentuk pemerintahan sementara yang mewakili seluruh masyarakat Suriah. Dalam hal ini, Liga Arab dan Qatar juga sependapat dengan Prancis.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB juga menghimbau masyarakat internasional untuk mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan di Suriah yang situasinya semakin memburuk.
Dalam sebuah pernyataannya Fabius mengatakan, “Apapun manuvernya, rezim Basyar al-Assad telah dihukum oleh rakyatnya sendiri dengan menunjukkan keberanian yang besar. Dan sekrang telah tiba waktunya untuk mempersiapkan transisi dan langkah-langkah setelahnya.”
Fabius juga menambahkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak, terutama dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Arabi dan Perdana Menteri Qatar, Syeikh Hamad bin Jassem al-Thani. Kedua pihak dari Liga Arab dan Qatar juga sependapat dengan Prancis soal pembentukan pemerintahan sementara itu.
Fabius juga menambahkan bahwa negaranya mendukung penuh upaya Liga Arab ke arah ini, termasuk menjadi tuan rumah dalam pertemuan-pertemuan apapun, di antaranya pertemuan tingkat menteri.
Pernyataan Fabius itu dikeluarkan setelah terjadinya pertempuran sengit yang berkecamuk di Damaskus, dimana sejumlah oposisi bersenjata berhasil mengendelikan beberapa wilayah di ibukota.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak menyatakan bahwa negaranya sedang mempersiapkan intervensi militer di Suriah, jika pemerintah Suriah menyerahkan rudal dan senjata kimia kepada Hizbullah di Libanon. Demikian dilansir Aljazeera.*