Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Singapura Larang Iklan PRT yang Merendahkan Martabat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Juli 2014 18:06 6:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Juli 2014 18:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Singapura memperingatkan perusahaan-perusahaan penyalur pembantu rumah tangga agar tidak membuat iklan yang merendahkan martabat pembantu.

Kebijakan itu menyusul laporan kelompok-kelompok peduli HAM yang mengatakan bahwa PRT dipasarkan seperti barang komoditi.

Dalam surat edarannya yang dikirim ke para penyalur PRT Kementerian Sumber Daya Manusia mengatakan prihatin dengan iklan-iklan yang menggambarkan tentang PRT dan bagaimana mereka dipajang di pusat-pusat perbelanjaan.

“Iklan yang menekankan pada biaya murah, harga promosi, dan/atau diskon memberikan kesan bahwa PRT asing dipasarkan sebagai barang dagangan,” kata kementerian dalam suratnyadikutip AFP (17/7/2014).

Kementerian juga memperingatkan bahwa pihaknya berwenang untuk mencabut izin usaha bagi yang melanggar peraturan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kementerian mendesak para penyalur PRT agar tidak menyuruh para pembantu duduk di depan toko agar bisa diperiksa oleh calon majikan, karena itu memperkuat kesan bahwa mereka adalah barang yang bisa dicoba atau diperdagangkan.

Stasiun televisi Aljazeera pada bulan Juni lalu pernah melaporkan tentag PRT yang dipamerkan di sebuah pusat perbelanjaan, di mana mereka bergantian mendorong temannya yang berakting di kursi roda seolah sedang merawat manula. Sementara lainnya berpura-pura sedang mendorong boneka bayi di kereta atau menyetrika pakaian di ruang tengah tiruan.

Lebih dari 210.000 perempuan asal Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Bangladesh, Thailand, Myanmar dan India bekerja sebagai PRT di Singapura.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kepolisian Paris Larang Unjuk Rasa Pro-Palestina
Tulisan selanjutnya Mengemis di Ibukota Remaja Yordania Sehari Raup Rp1,7 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tsaqafah

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?

Tsaqafah
25 Agustus 2026 08:52
Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Terbaru

  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
  • Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
  • Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
  • Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
  • Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?