Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AKP Kehilangan Dukungan karena Erdogan dan Menteri Pengolok Al-Qur`an

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Juni 2015 14:27 2:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Juni 2015 12:23
Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) gagal mempertahankan mayoritasnya di parlemen sebagai hasil pemilu akhir pekan kemarin, para jurnalis senior dan terkemuka yang bekerja untuk media pemerintah memberikan komentar tentang apa saja yang menjadi faktor AKP kehilangan dukungan suara rakyat.

Hasil pemilu yang diumumkan hari Ahad (7/6/2015) mengakhiri dominasi AKP selama 13 tahun di parlemen, yang kini hanya mendapatkan 259 kursi, atau cukup berkurang banyak dari sebelumnya 276 yang memberikannya suara mayoritas tunggal di lembaga legislatif. Pemilu kali ini membuat impian Erdogan tentang sistem pemerintahan presidensial menjadi buyar.

Sebagaimana dilansir Today’s Zaman hari Selasa (9/6/2015), Etyen Mahcupyan, jurnalis keturunan Turki-Armenia bekas penasihat PM Ahmet Davutoglu dan kolumnis di koran pro-pemerintah Aksam, mengatakan dalam wawancara dengan Aljazeera Turki hari Senin bahwa kegagalan AKP patut dibebankan kepada Erdogan, karena rakyat masih memandangnya sebagai ketua partai. Menurut Mahcupyan, Davutoglu bekerja keras untuk memenangkan pemilu agar kembali tercipta pemerintah satu partai, tetapi upayanya dibayang-bayangi oleh kampanye Erdogan. “Sudah waktunya bagi AKP untuk membiarkan ketuanya bekerja,” kata Mehcupyan.

Seperti diketahui, meskipun Davutoglu sudah menjabat sebagai ketua partai di AKP, tapi Erdogan dengan kampanye sistem presidensial yang digembar-gemborkannya justru mengecilkan peran Davutoglu baik di pemerintahan maupun di partai. Jabatan presiden di Turki sebenarnya bukan sebagai kepala pemerintahan, melainkan jabatan simbolis sebagai kepala negara.

Jurnalis kawakan dan kolumnis pro-pemerintah di koran Sabah, Mehmet Barlas, mengatakan kepada NTV bahwa batasan 3 periode yang diterapkan kepada kader-kader AKP adalah salah. Barlas mengkritik kebijakan AKP tersebut sebab menjadikan politisi-politisi di parlemen dan menteri yang senior dan berpengalaman, serta populer di masyarakat, tidak lagi dapat mencalonkan diri dalam pemilihan umum setelah 3 kali terpilih.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ahmet Tasgetiren, kolumnis di koran pro-pemerintah Yeni Safak, hari Selasa menulis bahwa kampanye-kampanye yang dilakukan Erdogan untuk AKP justru memalingkan pemilih dari AKP dan memberikan suaranya kepada partai lain. Para pemilih ingin presiden menjadi sosok yang imparsial dalam pemilu, kata Tasgetiren.

Tidak hanya itu, kesalahan fatal yang dilakukan AKP adalah mengabaikan sensitivitas keagamaan rakyat. Menurut Ismail Kilicarsian, seorang kolumnis koran Yeni Safak, dukungan AKP untuk bekas menteri urusan Eropa Egemen Bagis yang mengolok-olok al-Qur`an, merupakan salah satu faktor menurunnya dukungan kepada AKP.

Dalam rekaman audio yang dibocorkan pada Maret 2013 terungkap bahwa Bagis mengolok-olok Qur`an ketika berbicara lewat telepon dengan jurnalis Metehan Demir. Suara orang yang diyakini sebagai Bagis terdengar membuat lelucon tentang Qur`an, termasuk mempelesetkan nama surat Al-Baqarah menjadi “bakara-makara”. Dalam bahasa Turki, makara artinya mempermainkan seseorang, atau bersenda-gurau, sehingga bisa dikatakan Bagis telah menganggap isi al-Qur`an itu sebagai omong kosong.

Dukungan terhadap Bagis oleh AKP dinilai keterlaluan, mengingat partai itu sendiri adalah sebuah partai Islam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Turki Davutoglu Mengundurkan Diri sebagai Tindakan Prosedural
Tulisan selanjutnya Warga Dihebohkan Video Film Yesus Berbahasa Bugis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?