Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Biksu dan Ekstrimis Buddha Rakhine Protes Adanya Bantuan Pada Etnis Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juni 2015 07:29 7:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juni 2015 07:29
Bagikan
Aksi para Biksu Myanmar di negara bagian Rakhine 14 Juni, 2015. Aktivis garis keras Buddha yang didukung para biarawan ini protes guna melawan bantuan yang diberikan migran Rohingya yang di ditemukan terapung di laut
Bagikan

Hidayatullah.com— Puluhan ribu warga Rohingya telah melarikan diri dari Rakhine dalam beberapa tahun terakhir, menuju Malaysia dan Indonesia. Namun para Buddha garis keras didukung oleh para biksu melakukan protes di negara bagian Rakhine, Myanmar pada Ahad menentang bantuan yang diberikan kepada para migran ini.

Sebuah tindakan keras terhadap perdagangan manusia di Thailand bulan lalu memicu krisis kemanusiaan ketika para penyelundup meninggalkan manusia perahu di darat dan di laut.

Sekitar 4.500 warga Rohingya dan Bangladesh terdampar di wilayah tersebut sementara PBB memperkirakan sekitar 2.000 orang masih terjebak di laut.

Setelah tekanan internasional angkatan laut Myanmar menyelamatkan lebih dari 900 migran yang dibawa ke negara bagian Rakhine.

Para penyelamat telah membuat marah kelompok ektrimis Buddha di Rakhine yang menganggap Muslim Rohingya – salah satu minoritas yang paling teraniaya di dunia dan telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi – sebagai imigran ilegal dan ingin mereka diusir dari Myanmar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekitar lebih dari 1.000 orangyang dipimpin puluhan biksu turun ke jalan-jalan di ibukota negara bagian itu sementara demonstrasi yang sama digelar di sembilan kota lain di negara bagian itu, demikian penyelenggara.

“Kami melakukan aksi damai menunjukkan kekecewaan dan keprihatinan kami, dan menyampaikan pesan yang tegas kepada pemerintah Myanmar, PBB dan LSM internasional bahwa para migran ini harus dipulangkan segera dan kami tidak menerima mereka di tanah Rakhine,” kata Soe Naing dari Jaringan Sosial Rakhine dan salah satu penyelenggara aksi itu, kepada ucanews.com, Senin.

Warga Rakhine dipandang sebagai penjahat oleh media dan LSM internasional, tapi sebenarnya hanya melindungi tanah mereka untuk mencegah masyarakat Rakhine dari kepunahan, katanya.
Zaw Win, seorang pemimpin protes di Buthidaung, mengatakan sekitar 1.000 orang menggelar protes di sana.

“Komunitas Rakhine takut konflik mungkin meletus jika migran ini tinggal lebih lama di Rakhine. Itu sebabnya kami melakukan aksi protes,” katanya kepada ucanews.com.

Dari 900 migran diselamatkan oleh Angkatan Laut Myanmar, sekitar 150 telah dipulangkan ke Bangladesh.

Sisanya bertahan di kamp-kamp sepanjang perbatasan, sementara Bangladesh dan Myanmar tidak memberikan Kartu Tanda Penduduk mereka.

Saw Naing, wakil direktur imigrasi distrik itu, mengatakan 37 orang telah diverifikasi sebagai warga Bangladesh.

“Kami akan mengembalikan warga Bangladesh tersebut pada 17 Juni,” katanya kepada ucanews.com.
“Bangladesh telah sepakat untuk bekerja sama sepenuhnya untuk mempercepat upaya identifikasi, jadi saya berharap proses verifikasi akan selesai minggu depan,” kata Saw Naing yang menghadiri pertemuan antara Myanmar dan pejabat imigrasi Bangladesh pada Ahad.

PBB mengatakan bahwa lebih dari 416.000 orang tetap membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk hampir 140.000 pengungsi yang tinggal dalam kondisi mengerikan di kamp-kamp dan banyak lainnya tanpa kewarganegaraan di desa-desa terpencil setelah tiga tahun kekerasan komunal di Rakhine.

“Akses ke layanan kesehatan dan mata pencaharian yang memadai tetap menjadi perhatian utama dari para pengungsi dan masyarakat yang rentan di seluruh negara bagian Rakhine, sementara pembatasan kebebasan, hak-hak dasar mereka untuk makanan, kesehatan, pendidikan, mata pencaharian dan lainnya diabaikan,” demikian biro PBB pada 12 Juni.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bantuanBiksuBuddhaetnis RohingyamyanmarRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din Ajak Umat Islam Mensucikan Hati Selama Ramadhan
Tulisan selanjutnya MUI Berharap Penyatuan Hitungan Hisab Masa Datang Dilakukan Sukarela

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?