Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aktivis Buddha Myanmar Kembali Bakar Masjid

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juli 2016 14:31 2:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juli 2016 14:19
Bagikan
Menurut catatan, ada peningkatan kekerasan etnis dan agama di Myanmar semenjak 2012, ketika serangkaian kekerasan terjadi antara Buddha dan Muslim
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekelompok pria bersenjata menerobos masjid di utara Myanmar pada Jumat 1 Juli 2016. Sekelompok orang menghancurkan dan membakar sebuah masjid di utara Myanmar.

Polisi dilaporkan tengah menjaga desa Hpakant di negara bagian Kachin, setelah gagal mencegah warga desa dengan mayoritas Buddha membakar sebuah masjid pada Jumat lalu. Ketika itu warga desa menyerang masjid  dan membakarnya. Serangan terhadap masjid ini adalah kali kedua setelah serangan serupa seminggu ini.

Sebelumnya, Minggu lalu, sekelompok pria merusak masjid di tengah Myanmar karena permasalahan konstruksi. Demikian dilansir dari BBC, Ahad (03/7/2016).

Baca: Muslim di Desa Myanmar Masih Khawatir Pasca Serangan Masjid

Dalam kejadian ini, massa  datang dari Desa Hpakant, kota tambang giok di utara negara bagian Kachin. Mereka mengentungkan tongkat dan menghunus pisau serta mengacungkan senjata lainnya ke jamaah, sebelum membakar rumah ibadah umat Muslim tersebut.

“Massa itu tidak mengatakan apapun dan bertindak di luar kendali. Gedung (Masjid) dihancurkan oleh gerombolan perusuh,” demikian yang diwartakan Global New Light of Myanmar, dikutip dari The Guardian, Sabtu (2/7/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan mengatakan, kelompok tersebut menyerang polisi dan mencegah pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

“Masalahnya diawali karena masjid itu dibangun di dekat pagoda, dan mereka menolak untuk menghancurkan rumah ibadah itu,” kata Moe Lwin seorang polisi lokal.

Masjid Myanmar dibakar aktivis Buddha1
Interior masjid yang dihancurkan sekelompok orang dalam aksi tanggal 23 Juni 2016 di Thayethamin, Burma [Reuters]
Media lokal melaporkan lebih dari satu bangunan dibakar dalam serangan tersebut, yang dilaporkan dilakukan sekitar 200 biksu Buddha. Polisi dilaporkan dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan komunitas Muslim.

Penyidik PBB yang sekaligus profesor dari Universitas Sungkyunkwan di Korea Selatan, Yanghee Lee meminta kepada pemerintah Myanmar untuk aktif menyelidiki kasus perusakan serupa, yang menimpa masjid di pusat kota Bago sebulan lalu.

“Ini jelas sinyal yang salah yang saya terima. Pemerintah harus melakukan investigasi dan komitmen untuk mencegah kekerasan etnik dan agama,” ujar Lee di akhir kunjungan 12 hari di Myanmar.

Dia juga mendesak agar Aung San Suu Kyi dan jajarannya segera mengakhiri diskriminasi mendarah daging yang begitu kental mengalir dalam nadi orang Myanmar terhadap komunitas Muslim di negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha tersebut. Lee berharap masalah ini bisa dijadikan prioritas yang sangat mendesak untuk diselesaikan.

Sentimen terhadap umat Islam di Myanmar, terutama paling tragis menimpa para pengungsi Rohingya. Mereka hidup sebagai warga negara buangan, pendatang gelap dari Bangladesh, yang bahkan tidak pernah diakui dan hidup layak di bawah perlindungan negara.

Peraih penghargaan nobel perdamaian Aung San Suu Kyi diharapkan dapat mengatasi persoalan ini. Namun faktanya dia juga belum bisa membawa solusi damai bagi warga Rohingya, sementara kekerasan terhadap umat Muslim terus meningkat dan toleransi kian menipis di negaranya.

Menurut catatan, ada peningkatan kekerasan etnis dan agama di Myanmar semenjak 2012, ketika serangkaian kekerasan terjadi antara Buddha dan Muslim. Puncaknya, etnis Rohingya yang mayoritas muslim terpaksa hengkang menjadi manusia perahu ke negara tetangga akibat insiden itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu KyiBiksuBuddhadesa HpakantKachinmasjidMuslimmyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Badan HAM Mesir Terima Laporan Penyiksaan dan Penghilangan Paksa
Tulisan selanjutnya Serangan Bom Menarget Kota Suci Madinah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?