Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Donald Trump Dinilai akan Jadi Tokoh Berbahaya jika Terpilih

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Juli 2016 10:59 10:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juli 2016 12:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Sekitar 20 kelompok menggelar demonstrasi dengan berbagai tema, terkait nominasi Donald Trump menjadi calon presiden Partai Republik Selasa (19/07/2016).

Demonstrasi memuncak sejak Selasa sore  di beberapa tempat di sekitar Quicken Loans yang menjadi arena utama Konvensi Nasional Partai Republik. Sedikitnya ada 20 kelompok yang menggelar demonstrasi dengan berbagai tema, yang tentunya bermuara pada setuju atau tidak dengan nominasi calon presiden Donald Trump.

Nicole Cababa dari Bayan USA – satu organisasi yang membawahi imigran Filipina di Amerika – mengatakan sudah saatnya warga yang tidak setuju dengan gagasan-gagasan berbahaya Donald Trump untuk bangkit dan bersuara.

”Kami berada disini untuk bergabung dengan kekuatan yang menentang Trump. Kita harus menghentikan agenda anti-imigran, anti-Muslim dan anti-pekerja. Partai Republik dengan mudah mengkambinghitamkan para imigran atas terjadinya krisis ekonomi ini, padahal faktanya kelompok kaya yang berjumlah 1% yang menguasai seluruh sumber daya di Amerika dan mereka tidak menyisakan apapun bagi kita,” ujar Nicole dikutip Voice of America.

Hal serupa disampaikan Danny Vittorio, imigran asal New Meksiko yang dibawa kedua orang tuanya pindah ke Amerika sejak ia masih berusia tiga tahun, dan James Stuart – mahasiswa di salah satu universitas di Ohio.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

”Kami berada di sini untuk menunjukkan bahwa kami tidak bisa lagi mentolerir komentar-komentar rasis Donald Trump. Kami tidak ingin ini terus berlanjut dan berbuah menjadi aksi kekerasan. Apa kita bisa berharap hal ini akan berakhir jika Trump menjadi Presiden?,” ungkap Danny.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Jerman juga angkat bicara soal Donald Trump, yang terpilih menjadi calon presiden Amerika Serikat dalam pemilu November mendatang.

Resmi jadi Capres, Donald Trump Tegaskan akan Menangkan Persaingan Duduki Kursi Presiden

Menurut Frank-Walter Steinmeier, seperti dikutip Reuters, Rabu (20/07/2016), kebijakan “politik ketakutan dan isolasi” Trump berbahaya bagi Amerika Serikat dan keamanan dunia. Dia mengaku prihatin atas sumpah Trump untuk “menjadikan Amerika kuat lagi” dan mengurangi keterlibatan di masyarakat internasional.

“Hal tersebut saling bertentangan dan membuat saya prihatin,” kata Steinmeier dalam perjalanan menuju Washington untuk menghadiri pertemuan dengan menteri luar negeri dan pertahanan dalam meninjau upaya koalisi AS melawan ISIS.

“Politik ketakutan dan isolasi hanya akan mengurangi keamanan, tidak lebih, dan berbahaya tidak hanya bagi Amerika Serikat, tapi bagi Eropa dan seluruh dunia,” lanjut Steinmeier dikutip CNN.

Steinmeier memang dikenal kerap mengkritik Trump atas pidato “America First” yang disampaikannya dan memuji Hillary Clinton yang menurutnya memiliki pengalaman sebagai ahli hubungan luar negeri.

Kalimat Trump, “America First”, pernah dikumandangkan pada tahun 1930-an oleh kaum menentang perang yang menginginkan AS mengisolasi diri dan tidak ikut serta dalam Perang Dunia II.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatcalon presidenDonald TrumpKonvensi Nasional Partai Republikpartai Republik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lecehkan Presenter TV Berjilbab, Wartawan Senior The Sun Dapat Kecaman
Tulisan selanjutnya Mengenang Keberhasilan Dua Tahun Perang Ashful Ma’kul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?