Hidayatullah.com–Memperingati dua tahun patriotisme rakyat Gaza dalam menghadapi serangan besar-besaran oleh Zionis pada musim panas tahun 2014 silam. Banyak capaian gemilang dalam pertempuran sengit yang dikenang dengan nama Ashful Ma’kul itu. Setiap harinya selama 51 hari masa perang itu, jamak didapati keteguhan, kesabaran, keperkasaan dan harapan.
Semenjak hari pertama Zionis-Israel menabuhkan genderang pertempuran, mereka dinilai tak ubahnya Ashful Ma’kul. Artinya, dedaunan yang berlubang-lubang karena digerogoti ulat.
Pertahanan tentara Zionis sering dianggap kewalahan, karena sering mengalami serangan yang tidak disangka-sangka; dimana para pejuang bermunculan dari dalam tanah, melakukan serangan langsung dari jarak 0 KM, menyergap angkatan laut Zionis dari kedalaman air laut, sampai mengirimkan hadiah rudal yang untuk pertama kali dalam sejarah perlawanan dapat menghantam Tel Aviv. Jantung Israel. Demikian ulasan baru yang dilansir laman resmi hamas.ps, belum lama ini.
Dalam banyak kajian, pemimpin tentara Zionis mengakui semua itu, dimana Ashful Ma’kul adalah kerugian besar bagi mereka; baik dari segi kemiliteran, politik, ekonomi sampai sikologi serdadau maupun pemukim ilegal Yahudi semuanya. Salah satu komandan tertinggi Mosad bahkan sempat mengatakan, “Benyamin Netanyahu merugi begitu tragis di Gaza.”
Khalid Misy’al: Perang ‘Ashful Ma’kul bukti tentara Israel tidak Hebat
Namun, segala pencapaian tersebut dibeli oleh para pejuang dengan harga yang tidak sedikit. 2.200 warga Gaza mati syahid. Diantara mereka 60 kepala keluarga tewas bersama dalam sekali serangan. Termasuk Istri dan anak dari Panglima Tertinggi Al-Qassam ‘Abu Khalid Muhammad Al-Dhaif’ dalam sebuah serangan udara di Barat Gaza.
Sebanyak 11.150 orang menjadi korban luka-luka dengan beragam jenisnya. 50.000 bangunan yang merupakan fasilitas publik porak poranda. Seperti masjid, sekolah, universitas, rumah sakit, gedung pemerintahan, pabrik roti, ladang pertanian, pembangkit listrik, sampai saluran-saluran air tidak luput dari serangan membabi buta tentara Zionis.
Dari pihak Zionis-Israel, laporan resmi mereka menyebutkan; 64 askar tewas.Diantaranya kesatuan khusus Zionis. Serdadu yang terluka sebanyak 651, warga sipil 357.
Klaim dari pihak Brigadir Al-Qassam, mereka berhasil membunuh 161 serdadu Zionis diantara mereka adalah para jendral.
Berikut capaian dalam 51 hari pertempuran tersebut, sebagaimana dilansir laman resmi hamas.ps.
8 Juli 2014
Titik Komando Militer Israel Karim Abu Salim diteterobos di pagi buta, oleh sejumlah Mujahidin Brigadir Al-Qassam yang mengendap-ngendap kemudian muncul secara tiba-tiba dari dalam tanah! Akibat serangan itu, banyak tentara Zionis tewas. Lainnya menderita luka-luka.
Kesatuan baru Brigadir Al-Qassam, yaitu kesatuan amfibi yang diberi nama Dhafadi’ Basyariyah berhasil melakukan serangan kuat terhadap titik militer lainnya. Dalam serangan tersebut, muhahidin yang hanya bermodalkan beberapa pucuk senjata, sanggup menghancurkan Tank Merkava sebelum kemudia semuanya pergi menjemput kesyahidan.
9 Juli 2014
Serangan mujahidin menjangkau Madinatul Khadirah, bumi Palestina yang kini dikuasai oleh Zionis yang letaknya 100 KM dari Gaza. Dalam pertempuran ini juga, untuk pertama kalinya Al-Qassam mengenalkan rudal J80 nya dan menjadikan Kota Tel Aviv sebagai target hancur pertamanya. Serangan telak terhadap jantung musuh. Sebuah pencapaian besar dalam sejarah perlawanan. Sedang rudal M75 berhasil menghantam Bandara Militer Israel Nevatim yang berjarak 70 KM dari Gaza.
11 Juli 2014
Pertama kalinya. Brigadir Al-Qassam menghantam bandara Bin Ghariyun di Tel Aviv dengan empat rudal. Dan sebelumnya berhasil meretas Chanel TV 2 Israel, demi memberi ultimatum dan menebar ketakutan di hati musuh.
14 Juli 2014
Brigadir Al-Qassam memperkenalkan senjata perang terbarunya, berupa pesawat tanpa awak/ Dron. Diberi nama Ababbil. Dron Ababil mempunyai dua fungsi, mengintai dan menyerang. Satu diantaranya berhasil melintasi gedung Mentri Pertahanan Israel di Tel Aviv. Lainnya berhasil menghancurkan Tank musuh di perbatasan Gaza.
17 Juli 2014
Di awal pertempuran, Zionis mengumumkan pihaknya akan melancarkan serangan menyeluruh demi melumpuhkan seluruh terowongan para pejuang. Menanggapi hal itu, Brigadir Al-Qassam mengatakan bahwa Penjajah akan membayar mahal atas tindakannya.
Benar saja, Pasukan Nukhbah, yang merupakan bagian dari tubuh Brigadir Al-Qassam berhasil mengendap-ngendap di dalam tanah, lantas muncul dan melakukan serangan balik dari titik yang merupakan target penghancuran. Lantas kembali dengan selamat. Pihak Zionis terpaksa mengakui bahwa operasi itu merupakan salah satu operasi terowongan terbesar dalam sejarah pendudukan Zionis di kawasan itu.

20 Juli 2014
Di daerah Syujaiyah, Gaza meletus pertempuran sengit antara pasukan darat Zionis dan Mujahidin Al-Qassam. Pertempuran darat, face to face itu berlangsung begitu sengit, 30 serdadu Zionis berhasil ditumpas. Di waktu yang sama, di titik berbeda tepatnya si Hay Thuffah beberapa serdadu lain berhasil ditawan oleh Kesatuan Wihdatu Zhil. Satu diantaranya bernama Shaul Aron.
Hamas akan Tukar Mata-mata Zionis dengan Prajurit Israel yang Disandera
22 Juli 2014
Seluruh jadwal penerbangan di Bandara Sipil Israel dari dan menuju Prancis, Benlanda, Italia, Swis, dan Eropa dibatalkan karena rudal-rudal mujahidin menghantam kawasan bandara. Akibatnya, Zionis menanggung kerugian yang tidak sedikit.
Bandara Ben Gurion Lumpuh Total dihujani Roket Pejuang al-Qassam
25 Juli 2014
Peawat tempur Zionis F15, berhasil di temmbak jatuh ketika melakukan penyerangan di udara Gaza.*/MR Utama