Hidayatullah.com–Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong meminta masyarakat Melayu Islam di negeri itu menguasai teknologi dan tidak melepaskan kesempatan untuk terlibat sepenuhnya dalam Ekonomi Baru.
“Jika banyak Melayu / Islam berhasil dalam Ekonomi Baru perpaduan lebih teguh dan kita dapat sama-sama melindungi satu sama lain,” demikian katanya dalam pidato berbahasa Melayu dalam aaa “Rapat Hari Nasional 2016” di ITE College Central, hari Ahad (21/08/2016).
Lee berharap masyarakat Melayu / Islam akan merebut berbagai peluang untuk meningkatkan keterampilan dan taraf kehidupan melalui SkillsFuture, tulis Malaysiakini belum lama ini.
SkillsFuture adalah gerakan nasional untuk memberikan kesempatan kepada warga Singapura mengembangkan potensi penuh mereka sepanjang hayat tanpa menghitung bila mereka dimulai.
Melalui gerakan ini, keterampilan, semangat dan kontribusi setiap individu akan memacu fase pembangunan berikutnya Singapura ke arah mencapai ekonomi maju dan masyarakat inklusif.
Sementara itu, pengamat politik lokal, Zulkifli Baharudin, meminta PM Lee harus menggunakan wadah itu untuk menyatukan rakyat, tidak hanya dalam mencapai keharmonisan tetapi juga mencapai keberhasilan bersama.
Salah satunya adalah bagaimana rakyat dapat mempersiapkan diri untuk masa depan serta bagaimana ekonomi negara dapat terus makmur.
Menurut Zulkifli, isu persatuan dan harmoni mungkin harus lebih ditekankan dengan revisi pemilihan presiden.
“Ini harus dilihat sebagai satu langkah di mana keharmonisan negara dapat juga dilihat sekali lagi, sehingga posisi tertinggi di Singapura tidak hanya terbuka kepada masyarakat seperti masyarakat Tionghua yang lebih dominan di Singapura, tapi sebuah posisi yang terbuka kepada masyarakat Melayu / Islam, India dan sebagainya di mana anak-anak kita pun diberi kesempatan untuk memiliki idaman, cita-cita untuk menjadi Presiden, “ujarnya di sebuah media lokal.
Islam merupakan agama yang minoritas di Singapura, sekitar 16% (sekitar 450.000 dari empat juta penduduk Singapura). Kebanyakan pemeluk Islam etnik Melayu. 1% lagi Arab dan India. Sedang mayoritas adalah etkni China .*