Sambungan artikel PERTAMA
Meningkatkan ketersediaan merupakan prioritas Uber di Arab Saudi saat ini.
Abukhater mengatakan ketika Uber diluncurkan, waktu tunggu rata-rata untuk sebuah mobil/taksi di Riyadh sekitar 15 menit. Sekarang, setelah perbaikan dan pengoptimalan sistem, “waktu tunggu di seluruh kota – dan ini cukup besar – mendekati enam atau tujuh menit.”
Abukhater mengatakan merupakan suatu keuntungan bahwa ketika peluncuran Uber di Arab Saudi, orang-orang di negara itu sebenarnya telah familiar dengan transportasi tersebut.
“Sehubungan dengan tempat lain, pemerintah pusat dan pemerintah kota telah sangat ambisius dan terbuka terhadap teknologi ini,” kata dia. “Rakyat Saudi sangat, sangat suka bepergian. Selama musim panas dan libur panjang, mereka banyak pergi ke Eropa, Amerika Utara, dan Asia dan mereka menggunakan Uber di sana. Ketika kami meluncurkannya di Saudi, banyak dari mereka yang telah menggunakan Uber di belahan dunia lain.”
Sebenarnya semua supir sewaan di negara itu merupakan ekspatriat yang berasal dari Afrika atau Asia (lelaki yang lahir di Saudi merasakan stigma terhadap pekerjaan pelayanan-industri), dan sejak Uber membantu perizinan tinggal dan kerja para supir, masuknya perusahaan itu ke Arab Saudi telah membantu menciptakan infrastruktur dalam industri transportasi.
“Kami menghubungkan para ekspatriat dengan perusahaan limo yang sudah ada jadi mereka dapat masuk ke dalam platform Uber, sehingga kami dapat meningkatkan dasar supir kami,” kata Abukhater.
Karena supir Uber bekerja melalui pembangunan perusahaan transportasi, Abukhater mengatakan bahwa kehadiran perusahaan itu di Arab Saudi tidaklah meningkatkan kekhawatiran apapun tentang wanita yang bepergian sendiri dengan supir pria, yang telah menjadi permasalahan di wilayah lain (termasuk AS), di mana pelayanan transportasi bersama yang baru ini, termasuk Uber, mengandalkan pemilik mobil yang tidak terdaftar sebagai pemberi transportasi.
Abukhater mengatakan bahwa Uber mempertimbangkan untuk memperluas pelayanannya di dalam negara itu, meskipun perusahaan itu harus beroperasi seefisien mungkin di kota yang sudah dalam lingkup pelayanannya – waktu tunggu di Jeddah dan Damman masih lebih tinggi dari Riyadh. Namun, arus pengunjung di Makkah selama bulan suci Ramadhan, yang berakhir pada 17 Juli, menawarkan ujicoba yang sangat membantu.
“Muslim dari seluruh dunia datang untuk beribadah,” kata dia.
“Makka berjarak sekitar satu jam dari Jeddah. Kami memiliki pelayanan Uber yang membawa dan menjemput orang. Tahun lalu, kami hanya berumur satu bulan. Itu terjadi ketika periode peluncuran uji coba, jadi kami tidak melihat dampaknya. Tahun ini, sangat luar biasa. Bahkan dalam satu hari, kami mendapat permintaan lima kali lipat dari yang biasa kami dapatkan dalam sebulan di tahun lalu. Saudi merupakan sebuah negara yang sangat besar, dan kami merasa kami hanya melintasi permukaannya,” katanya dikutip thegreatmiddleeast.com*/ Nashirul Haq AR