Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iraq Berencana Rebut Perbatasan Kurdistan, Embargo Udara Dimulai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2017 16:12 4:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2017 16:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Iraq berencana untuk menguasai wilayah perbatan Kurdistan, kata Kementerian Pertahanan Iraq.

Aljazeera melaporkan bahwa langkah untuk merebut perbatasan merupakan tanggapan terhadap referendum Kurdi pada hari Senin yang mengakibatkan pemisahan wilayah Kurdistan dari Iraq.

Setelah pemungutan suara, Iraq, Iran dan Turki menuntut Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) di Iraq utara untuk menyerahkan kontrol atas persimpangan perbatasannya dengan Turki, Iran dan Suriah.

Pemerintah Iraq, yang didukung oleh Ankara dan Teheran, sebelumnya telah menuntut pimpinan Kurdi untuk membatalkan referendum atau menghadapi isolasi internasional dan mungkin intervensi militer.

Namun, seorang pejabat Kurdi mengatakan bahwa KRG,  enggan melepaskan perbatasannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Israel Dukung Negara Kurdi Merdeka di Iraq

Televisi pemerintah Iraq mengatakan bahwa delegasi militer Iraq telah mengunjungi wilayah Kurdistan Iran.

Pasukan militer Iraq juga ditempatkan di perbatasan Turki sebagai bagian dari pelatihan gabungan dengan tentara Turki.

Blokade Udara

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) di utara Iraq mendapat tekanan dunia setelah melakukan referendum  hari Senin  (25/09/2017), dengan perolehan 92,73% suara memilih ‘Ya’, yang  menunjukkan warga Kurdi Iraq lebih memilih merdeka dari Baghdad.

Meski referendum bersifat tidak mengikat, Baghdad menyebut jajak pendapat itu ilegal dan mengambil respons agresif dengan menyerukan penangguhan penerbangan internasional ke bandara di wilayah Kurdi, Erbil, dan Sulaymaniya.

Baghdad juga akan meminta negara-negara tetangga untuk menutup perbatasan dengan wilayah Kurdi di Iraq jika KRG tidak menyerahkan pos-pos perbatasan ke pemerintah pusat paling lambat Jumat (29/09/2017) lalu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Jumat malam, KRG menggambarkan embargo tersebut sebagai “hukuman kolektif”, memperingatkan bahwa hal itu akan mengalihkan perhatian dari perang melawan Daesh.

Larangan tersebut “akan menghambat kunjungan pasien dan orang-orang yang terluka dalam perang melawan Daesh untuk perawatan medis di luar negeri,” kata juru bicara KRG Safin Dizayi dikutip TRT.

Referendum Senin di Iraq utara yang didudung Israel ini menghadapi perlawanan tajam dari sebagian besar dari dalam negeri maupun internasional, yang banyak di antaranya telah memperingatkan bahwa jajak pendapat tersebut akan semakin mengguncang Timur Tengah.

Hari Jumat (29/09/2017), Maskapai Timur Tengah (MEA) yang dimiliki Libanon menyatakan akan menunda penerbangan ke dan dari Bandara Erbil di utara Iraq.

“Untuk saat ini, kami setop. Penerbangan terakhir ialah pada 29 September, sampai mereka menyelesaikan masalah ini,” ujar Ketua MEA Mohammad al-Hout hari Rabu (27/09/2017).

Baca: Erdogan Ancam Beri Sanksi Ekonomi Menyeluruh pada Kurdi Iraq

Selain MEA, maskapai penerbangan dari Turki, yang memiliki populasi Kurdi signifikan, serta Mesir dan Yordania mengatakan mereka akan menghentikan penerbangan ke wilayah Kurdi pekan ini sampai pemberitahuan lebih lanjut dari Baghdad

Selain MEA, EgyptAir (Mesir) dan Royal Jordanian (Yordania) tak lagi terbang ke Irbil atau Suleimaniyah. “FlyDubai baru akan menyetop penerbangan ke dua bandara tersebut mulai Sabtu,” demikian rilis resmi maskapai penerbangan murah asal Dubai, Uni Emirat Arab.

Sebelum ini enam negara akan melakukan isolasi pada Kurdistan dari udara sebagai akibat dari referendum. Mereka adalah Iraq, Turki, Iran, Yordania, Memsir, Libanon dan Uni Emirat Arab (UEA).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ErdoganGeopolitikIsrael. Yair GolanKRGKurdistanMarxisme-LeninismeMassoud BarzaniPartai Buruh KurdistanPartiya Karkerên KurdistanêPemerintah Daerah KurdistanPKIPKKPresiden TurkiRecep Tayyip Erdoganreferendumsanksi ekonomiTurki IraqZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ITJ Buka Roadshow Pertama dengan Nobar Film ‘Toedjoeh Kata’
Tulisan selanjutnya Akibat Isu Rohingya: Universitas Oxford Copot Gambar San Suu Kyi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?