Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jurnalis Prancis Lolos dari Kasus Diktator Azerbaijan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 November 2017 11:52 11:52 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 November 2017 11:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Upaya negara kaya minyak Azerbaijan untuk menggugat dua jurnalis Prancis yang menyebut pemerintahannya sebagai diktator, tidak dikabulkan oleh pengadilan di Prancis hari Selasa (8/11/2017).

Dilansir Reuters, pengadilan di Nanterre dekat Paris mengakhiri kasus itu dengan alasan tindakan di mana negara menggugat hukum jurnalis itu bertentangan dengan prinsip kebebasan pers. Pengadilan menerima argumen bahwa sebuah “negara berdaulat bukanlah individu.”

Kasus gugatan atas lembaga penyiaran publik France Télévisions dan dua jurnalisnya, penyiar Elyse Lucet dan reporter Laurent Richard, berawal dari laporan perihal kunjungan Presiden Prancis Francois Holland ke Azerbaijan pada tahun 2015.

Ketika membawakan acaranya, Lucet mengklaim bahwa diplomasi Prancis meletakkan urusan bisnis di atas hak asasi manusia, dengan menggambarkan Azerbaijan sebagai sebuah “negara diktator, salah satu yang paling tidak beradab di dunia.”
Sementara di hari yang sama, Laurent Richard saat bersiaran di France Info menyebut Presiden Ilham Aliyev sebagai seorang “diktator” dan “despot”.

Di pengadilan, Lucet bersikukuh mengatakan bahwa timnya di Cash Investigation menghabiskan waktu satu tahun guna mempersiapkan laporan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Menyebut Azerbaijan sebagai diktator bukanlah sebuah opini,” ujarnya. “Cash Investigation bukan sebuah program opini, melainkan investigasi.”

Tim pembela mereka menghadirkan aktivis-aktivis HAM yang pernah dipenjara sebagai saksi dan mengutip kampanye Reporters Without Borders, yang mengklaim bahwa kebebasan pers secara berkelanjutan digerus selama 4-5 tahun belakangan di Azerbaijan, negara yang berada di posisi 162 dari 180 daftar peringkat kebebasan pers.

Jangan dikira Azerbaijan tidak ada simpatisannya di Prancis.

Berpendapat bahwa Azerbaijan merupakan suar toleransi beragama, tim pengacara hukumnya memanggil bekas anggota parlemen politisi sayap kanan Jean-Francois Mancel, serta Andre Villiers politisi sayap kanan-tengah UDI, sebagai saksi.

Kedua politisi itu merupakan anggota organisasi French Friends of Azerbaijan, yang terkadang disebut sebagai “alat pemerintah Baku dalam diplomasi Caviar,” dan sering mengungjungi negara di kawasan Kaukasus itu.

Sebelum kasus ini, Azerbaijan pada bulan Mei juga pernah menggugat anggota parlemen Prancis Francois Rochebloine, yang menyebutnya sebagai “negara teroris,” dikarenakan kebijakannya atas Nagorno Karabarkh, di mana banyak orang Armenia tinggal. Namun, kasusnya juga dihentikan pengadilan.

Tim pengacara hukum Azerbaijan mengatakan akan mengajukan banding, dan Villiers mengaku siap untuk dijadikan saksi lagi membela pemerintah Baku.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB Ingin Tahun 2024 Semua Orang yang Tak Berkewarganegaraan Sudah Punya Status
Tulisan selanjutnya Menlu: Setiap Helaan Nafas Diplomasi Indonesia Ada Isu Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:24
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?