Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Status Kehormatan Freedom of Oxford Aung San Suu Kyi Dilucuti

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 November 2017 20:13 8:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 November 2017 20:03
Bagikan
Pangeran Charles menyambut kunjungan Aung San Suu Kyi di Clarence House di London, Inggris
Bagikan

Hidayatullah.com—Aung San Suu Kyi secara resmi telah dilucuti status kehormatannya dari kota Oxford, karena ketidakbecusannya dalam menangani krisis Rohingya.

Pemimpin de facto Myanmar itu diberikan status Freedom of Oxford pada tahun 1997 atas upayanya mengkampanyekan demokrasi di Myanmar alias Burma.

Akan tetapi, sekarang dewan kota di Inggris itu mengatakan tidak ingin penghargaan tersebut berikan kepada orang “yang menutup mata terhadap kekerasan” yang terjadi di hadapannya.

Lebih dari setengah juta warga Muslim Rohingya meninggalkan rumah-rumah mereka menuju Bangladesh, karena kekerasan yang mereka alami belum lama ini.

Suu Kyi ditempatkan dalam tahanan rumah di Rangoon sebagai aktivis domokrasi di masa kekuasaan diktator militer.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Akan tetapi, kegagalannya untuk mengecam kebrutalan militer atau pembersihan etnis Rohingya mendapat kritikan dari para tokoh dan organisasi dunia, seperti Amnesty International.

Dewan Kota Oxford memutuskan lewat voting bahwa status kehormatan yang diberikan kepada Aung San Suu Kyi dicopot permanen, setelah sebelumnya pada bulan Oktober dilakukan pemungutan suara pendahuluan, lapor BBC Selasa (28/11/2017).

Mary Clarkson penggagas mosi itu berkata, “Oxford memiliki tradisi sebagai kota berkeberagaman dan humanis sejak lama, dan reputasi kami tercoreng dengan pemberian status kehormatan kepada orang yang menutup mata terhadap kekerasan.”

“Kami berharap hari ini telah menambahkan suara kecil kami kepada mereka yang menyerukan HAM dan keadilan untuk orang-orang Rohingya,” imbuhnya.

St Hugh’s College, Oxford, juga tidak lagi memajang foto Aung San Suu Kyi di sekolahnya.

Suu Kyi belajar filsafat, politik dan ekonomi di St Hugh’s College, Oxford, dari tahun 1964 sampai 1967. Pada tahun 1972 dia menikahi Michael Aris, seorang research fellow di St Anthony’s College. Mereka hidup bersama kedua putranya, Kim dan Alexander, di kota Oxford. Pada tahun 1997, Suu Kyi diberikan status kehormatan Freedom of Oxford, yang artinya dia bebas untuk datang dan pergi serta beraktivitas di kota itu. Universitas Oxford kemudian memberikan gelar sarjana kehormatan kepada Suu Kyi pada tahun 2012.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemilik Properti di Panama Berusaha Campakkan Nama Trump dari Hotelnya
Tulisan selanjutnya Kegiatan di Tempat Publik Dinilai Bagus untuk Edukasi Warga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?